Mutmainah Nur Qoiri
Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan tentang Pencegahan Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi Lomba Edukatif dan Deklarasi Komitmen di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Salatiga Cahya Wulandari; Mutmainah Nur Qoiri; Winarsih Winarsih; Chanidia Ari Rahmayani; Agung Aditya; Yuniar Fahmi Lathif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3192

Abstract

Kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, masih menjadi permasalahan yang memerlukan upaya pencegahan secara preventif dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pencegahan kekerasan di PTYQ Salatiga melalui kegiatan lomba edukatif dan deklarasi komitmen bersama. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan preventif yang melibatkan santri serta pengelola pesantren. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan kekerasan, evaluasi mekanisme pengaduan melalui “bullying box”, media lomba pembuatan poster bertema anti-kekerasan, serta deklarasi komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya budaya ramah anak, dan kesadaran terhadap mekanisme pelaporan di lingkungan pesantren yang ditunjukkan dari hasil pengisian lembar pre-test dan post-test yang sebelumnya ditemukan 60% santri belum memahami pencegahan kekerasan pada anak menjadi 0%. Selain itu, kegiatan lomba edukatif dan deklarasi bersama juga mampu meningkatkan partisipasi aktif santri serta memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, pendekatan kreatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dinilai efektif dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.