Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, antara lain perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Parepare dengan populasi sebanyak 198 orang dan sampel sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta pengukuran kadar gula darah sewaktu (GDS) dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 132 responden, sebanyak 4 responden (3,0%) mengalami Diabetes Melitus. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari (p=0,386), pola makan (p=0,197-1,000), obesitas (p=1,000), maupun riwayat keluarga (p=0,057) dengan kejadian Diabetes Melitus. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara keempat variabel tersebut dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare, sehingga upaya pencegahan tetap diperlukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.