Guru memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang pendidikan. Peningkatan produktivitas kerja guru perlu didukung oleh status gizi yang optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan, 60% guru MTs Negeri Samarinda memiliki IMT ≥ 25 kg/m2 (tergolong status gizi gemuk dan obesitas). Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan gizi, pola makan dan status gizi. Asupan gizi yang optimal dan pola makan yang baik dibutuhkan seorang pekerja agar menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecukupan energi dan pola makan terhadap produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Penelitian potong lintang ini melibatkan 58 orang guru dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel, yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan food recall 2 x 24 jam, Semi Quantitative – Food Frequency Questionnaire dan penilaian produktivitas dengan formulir produktivitas kerja. Uji statistik menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan variabel terhadap produktivitas kerja. Hasil menunjukkan terdapat hubungan kecukupan energi (p-value = 0,004), asupan energi (p-value = 0,028) dan asupan protein (p-value = 0,005) dengan produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Namun, tidak ada hubungan asupan lemak (p-value = 0,075), dan asupan karbohidrat (p-value = 0,085) terhadap produktivitas kerja guru. Intervensi gizi dibutuhkan agar guru dapat mencapai status gizi ideal namun tetap mempertahankan produktivitas kerja yang sudah tinggi dan memperhatikan karakteristik kerja guru.