Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia pada tahun 2018 yaitu 48,9%. Ibu hamil umumnya mengalami defisiensi besi sehingga hanya memberi sedikit zat bezi pada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pertumbuhan janin baik pada sel tubuh atau sel otak. Ibu hamil yang sumber makanannya tidak terpenuhi, mempunyai risiko menderita anemia defisiensi zat besi. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui kajian pengaruh pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan kadar serum ferritin ibu hamil penderita anemia. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Desain studi literatur yang digunakan yaitu Traditional literature review dengan menggunakan database google scholar. Terdapat 8 artikel membahas pengaruh sari kurma terhadap kadar hemoglobin dan 3 artikel membahas pengaruh sari kurma terhadap kadar serum ferritin. Penyeleksian diambil dengan memerhatikan PICOS framework, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Hasil: Terdapat peningkatan kadar hemoglobin dan kadar serum ferritin setelah pemberian intervensi berupa sari kurma. Pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) dapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Dosis yang paling banyak meningkatkan kadar hemoglobin yaitu sebanyak 2,7mg selama 7 hari dengan peningkatan kadar hemoglobin sebanyak 1,56g/dl. Pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) dapat meningkatkan kadar serum ferritin ibu hamil. Dosis yang paling banyak meningkatkan kadar serum ferritin yaitu sebanyak 50mg selama 1 bulan dengan peningkatan kadar serum ferritin sebanyak 29,46g/dl.