Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa dalam Mempelajari Materi Integral Permukaan pada Mata Kuliah Kalkulus Vektor Claudia Nurhasanah; Ade Gutriana; Serly Oktafiaju; Riski Wahyudi Nasution; Suci Dahlya Narpilla
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kesulitan belajar mahasiswa dalam memahami materi integral permukaan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan konsep tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan wawancara terbatas dengan mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan presentasi dan diskusi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan pada tiga aspek utama, yaitu aspek visualisasi geometri permukaan, aspek prosedural dalam pemilihan parameterisasi serta penghitungan arah vektor normal, dan aspek simbolik dalam memahami dan menggunakan notasi matematika yang rumit. Keseluruhan temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan selama ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mahasiswa dalam memahami integral permukaan secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berpusat pada mahasiswa, dengan memanfaatkan media pembelajaran visual, simulasi interaktif, latihan kontekstual, serta bimbingan intensif yang mampu mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang utuh terhadap materi integral permukaan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mampu mengaplikasikan konsep-konsep tersebut secara tepat dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang kompleks dan relevan dalam konteks kehidupan nyata maupun dunia profesional.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sendang Rejo Melalui Program Ecopotcraft Berbasis 3R Nurul Azhmi Apriyanti; Gina Arini; Regitha Mahyani; Elly Hayati Nainggolan; Lanni Roha Siregar; Suci Dahlya Narpilla
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v4i3.1057

Abstract

The problem of household plastic waste and suboptimal utilization of residential yards poses an environmental challenge in Sendang Rejo Village, Binjai District, Langkat Regency, North Sumatra. The low public awareness in applying the Reduce, Reuse, and Recycle (3R) principles has resulted in used plastic bottles not being used effectively. Therefore, the EcopotCraft Program was implemented as a community empowerment effort by converting used plastic bottles into planting media (ecopots) for vegetable cultivation. The community service was carried out using a participatory approach through observation, problem identification, socialization, EcopotCraft training, vegetable planting practice, mentoring, monitoring, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, and documentation to determine the implementation and impact of the program. The results showed that the community exhibited high enthusiasm in participating in all activities. Participants were able to process used plastic bottles into suitable planting media and utilize their home yards for cultivating various types of vegetables. This program also improved the community's understanding of applying 3R principles, thereby contributing to plastic waste reduction, increased environmental awareness, and productive yard utilization. The EcopotCraft Program serves as a simple, easy-to-implement, and sustainable model of environment-based community empowerment that can be replicated in other regions.