Cahyo Muliawan
Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE PENAFSIRAN ZAHIR–ISYARI DALAM GHARAIB AL-QUR'AN WA RAGHAIB AL-FURQAN: ANALISIS TAFSIR AL-NAISABURI ATAS QS. AL-BAQARAH: 72–73 Cahyo Muliawan; Khairil Anwar; Taufik Warman Mahfuzh
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1571

Abstract

Kajian terhadap metodologi penafsiran al-Qur’an terus berkembang seiring munculnya berbagai corak pemikiran ulama. Al-Naisaburi sebagai salah seorang mufassir klasik menawarkan metode penafsiran yang unik melalui karyanya Gharaib al-Qur'an wa Raghaib al-Furqan, yakni dengan menggabungkan tafsir zahir (tekstual) dan tafsir isyari (sufistik) dalam satu rangkaian penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menelaah pola penafsiran al-Naisaburi terhadap QS. al-Baqarah: 72-73. Data dikumpulkan dari karya tafsir primer serta literatur pendukung mengenai tafsir isyari dan metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Naisaburi memulai penafsiran dengan makna zahir, kemudian dilanjutkan dengan penafsiran isyari sebagai pendalaman makna batin yang bernilai spiritual dan etis. Kajian ini menegaskan bahwa model penafsiran al-Naisaburi penting dalam mengembangkan paradigma tafsir integratif yang tidak hanya memuat makna literal teks, tetapi juga membuka dimensi tazkiyatun nafs (pembersihan hati) melalui simbolisme Qur'ani.