Restu h.magh'firoh
Institut Informatika Indonesia Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Nilai Budaya Upacara Adat Larung Sembonyo di Pantai Prigi Trenggalek Restu h.magh'firoh
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.1124

Abstract

Mitos masyarakat Prigi tentang terbentuknya kawasan Pantai Prigi merupakan asal mula upacara Larung Sembonyo. Masyarakat Prigi hampir seluruhnya beragama Islam, namun mereka merasa kurang tenteram jika meninggalkan tradisi dan upacara Larung Sembonyo yang diyakini dapat menjaga keseimbangan dengan alam sekitar dan semesta. Setiap penyelenggaraan Sembonyo pasti menggelar kesenian Jaranan, Wayang Kulit dan kesenian Tayub. Kehadiran kesenian tersebut memiliki makna dan fungsi yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat pesisir Prigi Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui sejarah budaya dan prosesi Larung Sembonyo; dan 2) mengetahui nilai-nilai budaya yang ada di Larung Sembonyo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis diawali dengan reduksi data, penyajian, kemudian penarikan simpulan. Lokasi penelitian berada di Kawasan Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Hasil penelitian ini mengungkap bentuk penyajian Ritual Adat Larung Sembonyo yang meliputi sejarah, lokasi, waktu, pelaku, alur, sesaji. Upacara Adat Larung Sembonyo merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang mengandung nilai-nilai luhur. Nilai-nilai tersebut meliputi: nilai religi, nilai estetika, nilai moral, nilai sosial, nilai edukasi, nilai demokrasi. Ritual Adat Larung Sembonyo dilatarbelakangi oleh rasa syukur masyarakat atas hasil panen, kesejahteraan, kesehatan, dan kedamaian yang diterima.
Kajian Nilai Budaya Upacara Adat Larung Sembonyo di Pantai Prigi Trenggalek Restu H.Magh'firoh
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 3 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i3.1142

Abstract

Mitos masyarakat Prigi mengenai asal-usul terbentuknya kawasan Pantai Prigi menjadi latar belakang munculnya tradisi upacara Larung Sembonyo. Meskipun mayoritas masyarakat Prigi beragama Islam, tradisi ini tetap dipertahankan karena diyakini mampu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan semesta. Oleh karena itu, masyarakat merasa kurang tenteram apabila upacara Larung Sembonyo tidak dilaksanakan sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam pelaksanaannya, upacara ini juga diiringi berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti Jaranan, Wayang Kulit, dan Tayub. Kehadiran kesenian tersebut memiliki makna serta fungsi yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial budaya masyarakat pesisir Prigi, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah budaya dan prosesi pelaksanaan Larung Sembonyo serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Larung Sembonyo mencakup aspek sejarah, lokasi, waktu, pelaku, alur prosesi, serta berbagai jenis sesaji. Tradisi ini mengandung nilai religius, estetika, moral, sosial, edukatif, dan demokratis sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas kesejahteraan dan hasil panen yang diperoleh.