In the growing digital era, e-commerce demands not only efficiency but also integrity in business practices. Islamic economic principles such as honesty (?idq), trustworthiness (amanah), justice (‘ad?lah), and the prohibition of deception (gharar) are believed to support a sustainable and ethical business ecosystem. The study employs a qualitative case-study approach involving online businesses that apply Islamic principles and compares them with those that do not. Findings indicate that online businesses consistently applying Islamic economic principles tend to achieve higher customer trust and satisfaction than those that do not. Customers feel more comfortable and secure due to greater transparency, halal assurance, and higher service ethics. These findings underscore the importance of integrating Islamic values into online business practices to build consumer loyalty and enhance long-term competitiveness. [Di era digital yang berkembang pesat, kehadiran e-commerce tidak hanya menuntut efisiensi, tetapi juga integritas dalam praktik bisnis. Prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran (?idq), amanah, keadilan (‘ad?lah), dan larangan penipuan (gharar) dipandang mampu menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada pelaku bisnis online yang menerapkan nilai-nilai syariah dan membandingkannya dengan yang tidak menerapkannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis online yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam cenderung memiliki tingkat kepercayaan dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menerapkannya. Pelanggan merasa lebih nyaman dan aman dalam bertransaksi berkat transparansi, jaminan kehalalan produk, dan etika layanan yang lebih baik. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam bisnis online untuk membangun loyalitas konsumen dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.]