Jena Yuliyanti
STAI Ki Ageng Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Role of Information Systems in Improving the Operations of Sharia Financial Institutions (LKS) Agustyar Nurfaisal; Jena Yuliyanti; Hiftroh Fauziah; Fajar Septian; Fiina Iddamatus Silmi; R. Nia Marotina
Al-Iqtishad wal Mashlahah: Journal of Islamic Economics and Business Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Iqtishad wal Mashlahah: Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/iqtimash.v1i1.475

Abstract

Sharia Financial Institutions continue to grow globally because they offer ethical financial services that comply with sharia principles. Despite this growth, some institutions face challenges related to profitability and sustainability. Information systems therefore play a crucial role in improving efficiency, security, customer service, and competitiveness. This study uses a literature review to identify factors that influence the implementation of information systems and digital security in Islamic banks, drawing on reputable journals, official reports, and regulatory documents.The findings show that information system security in Islamic banks is strongly influenced by organizational culture, employee training, and technological infrastructure. These factors have a significant relationship with system security, meaning they must be prioritized when strengthening digital protection. Improving security requires regular audits, vulnerability assessments, multi-factor authentication, encryption, and continuous monitoring of cyber threats. Equally important is building staff competence through ongoing training, fostering a security-aware culture, and implementing clear security policies.To protect customer data and maintain public trust, Islamic banks must adopt modern cybersecurity tools such as intrusion detection systems, firewalls, and advanced authentication methods. Staying updated with cybersecurity trends ensures that banks remain resilient against evolving digital threats. At the same time, improving customer experience through efficient, user-friendly digital services is essential for competitiveness. Balancing strong security, convenience, and sharia-compliant values enhances customer loyalty and strengthens the bank’s reputation. Ultimately, success in the digital era depends not only on robust security measures but also on the bank’s ability to deliver trustworthy and customer-centered services. [Lembaga Keuangan Syariah terus mengalami perkembangan secara global karena menawarkan layanan keuangan etis yang sesuai dengan prinsip syariah. Meskipun pertumbuhannya pesat, sebagian lembaga masih menghadapi tantangan terkait profitabilitas dan keberlanjutan. Sistem informasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, layanan nasabah, dan daya saing. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan sistem informasi dan keamanan digital pada perbankan syariah dengan mengkaji jurnal bereputasi, laporan resmi, serta dokumen regulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keamanan sistem informasi pada bank syariah sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi, pelatihan karyawan, dan infrastruktur teknologi. Faktor-faktor tersebut memiliki hubungan signifikan dengan tingkat keamanan sistem sehingga perlu menjadi prioritas dalam penguatan perlindungan digital. Peningkatan keamanan memerlukan audit berkala, penilaian kerentanan, autentikasi multi-faktor, enkripsi, dan pemantauan ancaman siber secara berkelanjutan. Pembangunan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan budaya sadar keamanan, serta penerapan kebijakan keamanan yang jelas juga menjadi elemen penting. Untuk menjaga data nasabah dan mempertahankan kepercayaan publik, bank syariah harus mengadopsi alat keamanan siber modern seperti sistem deteksi intrusi, firewall, dan metode autentikasi tingkat lanjut. Pembaruan berkelanjutan terhadap tren keamanan siber memastikan bank tetap tangguh menghadapi ancaman digital yang terus berkembang. Di sisi lain, peningkatan pengalaman pengguna melalui layanan digital yang efisien dan ramah pengguna mutlak diperlukan untuk menjaga daya saing. Keseimbangan antara keamanan yang kuat, kenyamanan layanan, dan nilai-nilai kepatuhan syariah menjadi kunci dalam memperkuat loyalitas nasabah dan reputasi lembaga. Pada akhirnya, keberhasilan di era digital ditentukan bukan hanya oleh ketahanan keamanan, tetapi juga kemampuan bank dalam memberikan layanan yang tepercaya dan berorientasi kepada nasabah.]