Digitalisasi pasar tradisional sering kali terhambat oleh rendahnya literasi digital pedagang dan kompleksitas Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) pada aplikasi e-commerce konvensional. Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur sistem conversational commerce yang memanfaatkan WhatsApp API sebagai antarmuka utama untuk menjembatani kesenjangan digital tersebut. Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan dengan kerangka Design Science Research Methodology (DSRM), berfokus pada tahap analisis kebutuhan dan perancangan sistem. Spesifikasi kebutuhan diekstraksi dari studi kasus interaksi jual beli di pasar tradisional kawasan Pacitan. Proses perancangan dimodelkan secara komprehensif menggunakan Unified Modeling Language (UML) yang mencakup representasi Use Case, Activity, Sequence, Class, dan Entity Relationship Diagram (ERD). Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur client-server asinkron di mana logika bisnis dan pengelolaan basis data dipusatkan pada server utama (berbasis Laravel) yang terhubung dengan layanan pesan instan melalui integrasi Webhook. Rancangan ini secara efektif meniadakan kebutuhan instalasi aplikasi mandiri bagi pedagang, sehingga meminimalisasi kurva pembelajaran, menurunkan beban kognitif, dan mengeliminasi hambatan adopsi teknologi. Arsitektur yang diusulkan memberikan fondasi teknis yang inklusif untuk mentransformasi komunikasi informal di pasar tradisional menjadi transaksi digital yang terstruktur, sekaligus mempertahankan kearifan lokal dalam berinteraksi.