Tauhid merupakan inti ajaran Islam yang menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan manusia dengan Allah Swt. Penerimaan terhadap ajaran tauhid tidak hanya melibatkan aspek keyakinan teologis, tetapi juga melibatkan berbagai potensi insani yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran indra dan logika, hati dan etika, serta nurani dan estetika dalam proses penerimaan dan penghayatan ajaran tauhid. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan konsep tauhid dan potensi insani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indra dan logika berfungsi sebagai sarana pengamatan dan penalaran rasional terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, hati berperan sebagai pusat kesadaran moral yang menerjemahkan nilai tauhid ke dalam perilaku etis, sedangkan nurani dan kepekaan estetik memperdalam pengalaman spiritual melalui penghayatan terhadap keindahan ciptaan Allah. Ketiga potensi tersebut saling melengkapi dan membentuk pemahaman tauhid yang utuh, integratif, dan seimbang. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan, lingkungan sosial, ibadah, dan pengenalan diri merupakan faktor yang memperkuat potensi insani, sementara penyakit hati, pengaruh lingkungan negatif, serta dominasi materialisme menjadi faktor penghambat dalam penghayatan tauhid.