This Author published in this journals
All Journal RUMI
Nur Ahmad Maulana Rizqullah
(UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Insani dalam Menerima Ajaran Tauhid Indra/Logik, Hati/Etik, dan Nurani/Estetik Muttaqin Hidayahtullah; Naufal Satya; Nur Ahmad Maulana Rizqullah; Naura Nurazizah
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tauhid merupakan inti ajaran Islam yang menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan manusia dengan Allah Swt. Penerimaan terhadap ajaran tauhid tidak hanya melibatkan aspek keyakinan teologis, tetapi juga melibatkan berbagai potensi insani yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran indra dan logika, hati dan etika, serta nurani dan estetika dalam proses penerimaan dan penghayatan ajaran tauhid. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan konsep tauhid dan potensi insani.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indra dan logika berfungsi sebagai sarana pengamatan dan penalaran rasional terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, hati berperan sebagai pusat kesadaran moral yang menerjemahkan nilai tauhid ke dalam perilaku etis, sedangkan nurani dan kepekaan estetik memperdalam pengalaman spiritual melalui penghayatan terhadap keindahan ciptaan Allah. Ketiga potensi tersebut saling melengkapi dan membentuk pemahaman tauhid yang utuh, integratif, dan seimbang. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan, lingkungan sosial, ibadah, dan pengenalan diri merupakan faktor yang memperkuat potensi insani, sementara penyakit hati, pengaruh lingkungan negatif, serta dominasi materialisme menjadi faktor penghambat dalam penghayatan tauhid.