ABSTRACT As the capital city of Indonesia, Jakarta is a metropolitan city that is the center of business and government in Indonesia. During the COVID-19 pandemic, all tourism activities stopped and caused a decrease in tourist visits to Jakarta. This has caused the DKI Jakarta provincial government to develop an urban tourism policy in Jakarta that’s aim to increase leisure tourism in Jakarta. The Urban Tourism Program has a target segmentation of the Y and Z generations so marketing activities focus on digital media. In this case, the DKI Jakarta Tourism Office uses social media and the official Enjoy Jakarta website to market Jakarta's tourist destinations. The author's purpose in doing this research is to know the process of creating content and evaluating the use of social media and the official website as one of the marketing tools for Jakarta tourist destinations. The method of collecting data is through interviews with parties involved in the content creation process as well as by observation and active participation during the content creation process and evaluation of the use of digital media with qualitative research methods of Marketing Plan theory proposed by John Westwood. The results showed that there were three digital media used, namely, Instagram, TikTok and the official website. The three digital media have 5 main processes in content creation, namely determining the target audience, research, planning, content creation, and publication. The DKI Jakarta Provincial Tourism Office is assisted by experts during the process of making and evaluating the use of digital media as one of the marketing tools for Jakarta tourism destinations. This research is useful for measuring the effectiveness of the content creation process and evaluating the use of social media as a means of marketing Jakarta tourist destinations. Key Word: destination marketing, social media, urban tourism ABSTRAK Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan di Indonesia. Selama pandemi COVID-19, seluruh kegiatan pariwisata terhenti dan menyebabkan menurunnya kunjungan wisata ke Jakarta. Hal ini menyebabkan pemerintah provinsi DKI Jakarta mengembangkan kebijakan wisata urban di Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan kembali wisata leisure di Jakarta. Program Wisata Urban memiliki target segmentasi masyarakat generasi Y dan Z, sehingga kegiatan pemasarannya berfokus pada media digital. Dalam hal ini Dinas Pariwisata DKI Jakarta menggunakan media sosial dan website resmi Enjoy Jakarta untuk memasarkan destinasi wisata Jakarta. Tujuan penulis membuat penelitian ini adalam mengetahui proses pembuatan konten serta evaluasi dari penggunaan media sosial dan website resmi sebagai salah satu marketing tools destinasi wisata Jakarta. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dalam proses pembuatan konten serta dengan observasi dan partisipasi aktif selama proses pembuatan konten dan evaluasi dari penggunaan media digital dengan metode penelitian kualitatif menggunakan teori Pemasaran Destinasi yang dikemukakan oleh John Westwood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga media digital yang digunakan yaitu, Instagram, TikTok dan website resmi. Ketiga media digital tersebut memiliki 5 proses utama dalam pembuatan konten yaitu penentuan target audiens, riset, perencanaan, pembuatan konten, dan publikasi. Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dibantu oleh pihak tenaga ahli selama proses pembuatan dan evaluasi dari penggunaan media digital sebagai salah satu marketing tools destinasi Wisata Jakarta. Penelitian ini bermanfaat untuk mengukur efektifitas dari proses pembuatan konten dan evaluasi penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran destinasi wisata Jakarta. Kata kunci: pemasaran destinasi, media sosial, wisata urban