Christina Lipuringtyas Rudatin
Politeknik Negeri Jakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Proses Penyusunan Dokumen Penawaran Tender Produksi Pekan Kebudayaan Nasional 2021 oleh PT Royalindo Expoduta Annisa Istiqomah; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Government mostly held an event with the objectives of the developments in human resources and government institution’s capabilities. To determine who is the organizer of national or international events, the Government makes the selection with the Government Goods/Services Procurement policy. According to Republic of Indonesia Government Regulation Number 16 of 2018 on Government Goods/Services Procurement, one of the procurement service provider election methods is tender. The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as one of the Government institutions was also used the tender method to decide on the service provider for Production of Pekan Kebudayaan Nasional 2021 project. The tender was held over Electronic Procurement Service or known as LPSE. This article tries to explain the making of the offering document process that was conducted by Bidding and Legal Division of PT Royalindo Expoduta in the winning Production of Pekan Kebudayaan Nasional 2021 tender. The research method uses descriptive qualitative to analyze the data. The data collection method uses observation, interview, and documentation. The result of the research shows the stages of the Administrative Offer Document, Technical Offer Document, and Price Offer Document’s making process. The stages of the Administrative Offer Document’s making process are study the tender procurement document, make a list of questions for the aanwijzing, make a list of the legal documents, arrange the legal documents based on database, create the letters, ask for approval from the President Director, and scan the documents. The stages of the technical offer document’s making process are study the tender procurement document, make a list of questions for the aanwijzing, research the event, arrange the collection of technical offer document, coordinate with Assistant Manager, and review the document with Manager. The stages of the price offer document’s making process are study the tender procurement document, make a list of questions for the aanwijzing, coordinate with Executive Vice President, and arrange the Bill of Quantity (BoQ). Keywords: Government, LPSE, Offering Document, Special Event, Tender. ABSTRAK Pemerintah umumnya menyelenggarakan event dengan tujuan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kapabilitas lembaga-lembaga pemerintah. Untuk menentukan penyelenggara event nasional maupun internasional, pemerintah mengadakan seleksi dengan prosedur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, salah satu metode pemilihan penyedia jasa pengadaan barang/jasa adalah tender. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai salah satu lembaga pemerintah juga menggunakan metode tender untuk menentukan penyedia jasa untuk pekerjaan Produksi Pekan Kebudayaan Nasional 2021. Tender dilaksanakan melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Artikel ini mencoba menjelaskan proses penyusunan dokumen penawaran yang dilakukan Divisi Bidding and Legal PT Royalindo Expoduta dalam memenangkan tender Produksi Pekan Kebudayaan Nasional 2021. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tahapan dalam proses penyusunan Dokumen Penawaran Administrasi, Dokumen Penawaran Teknis, dan Dokumen Penawaran Harga. Tahapan proses penyusunan Dokumen Penawaran Administrasi yaitu mempelajari dokumen pengadaan tender, membuat daftar pertanyaan untuk aanwijzing, membuat checklist dokumen legal, menyusun dokumen legal dari database, membuat surat-surat, meminta persetujuan President Director, dan memindai dokumen. Tahapan proses penyusunan dokumen penawaran teknis yaitu mempelajari dokumen pengadaan tender, membuat daftar pertanyaan untuk aanwijzing, melakukan riset terhadap event, menyusun rangkaian dokumen penawaran teknis, berkoordinasi dengan Assistant Manager, dan melakukan review bersama Manager. Tahapan proses penyusunan dokumen penawaran harga yaitu mempelajari dokumen pengadaan tender, membuat daftar pertanyaan untuk aanwijzing, berkoordinasi dengan Executive Vice President, dan menyusun Bill of Quantity (BoQ). Kata Kunci: Dokumen Penawaran, LPSE, Pemerintah, Special Event, Tender.
Penyelenggaraan IPA Convex 2021 secara Virtual oleh PT Dyandra Promosindo Dela Astri Saraswati; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT During the pandemic that happened across the world, the holding of the Conference was no longer conducted entirely face-to-face but more was done virtually. IPA Convention and Exhibition (Convex) implements a virtual conference from conference planning, and organization to evaluation and reports are written in this study. The author's purpose in doing this research is to discover the planning, implementation and evaluation process of IPA Convex which we held virtually. The technique of collecting the data is through direct observation in the planning process until the event ends and interviews with the IPA Convex 2021 Project Manager. The research method is using descriptive qualitative methods to analyze the data. The results showed that in the process of planning a virtual conference on the plenary session and technical session was the making of concepts until the structured finalization was made to make it easier for the team on the day of implementation. This study produced benefits for the event organizer in organizing a virtual conference event from concept planning, making rundown, implementation to evaluation and writing a structured event report. Keyword: conference, exhibition, virtual, planning, evaluation. ABSTRAK Selama pandemi melanda seluruh dunia, penyelenggaraan Konferensi tidak lagi dilakukan secara tatap melainkan dilakukan secara virtual. IPA Convention and Exhibition (Convex) menerapkan Konferensi secara virtual, dari perencanaan konferensi, penyelenggaraan hingga penyusunan laporan ditulis dalam penelitian ini. Tujuan penulis membuat penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan konferensi pada acara virtual IPA Convex yang meliputi Technical Session dan Plenary Session, dan evaluasi serta penulisan laporan. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung serta ikut berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan hingga event berakhir dan wawancara pada Project Manager IPA Convex 2021. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses perencanaan Konferensi Virtual pada Plenary Session maupun Technical Session adalah pembuatan konsep hingga finalisasi dengan terstruktur dibuat agar mempermudah team pada hari pelaksanaan. Penelitian ini menghasilkan manfaat bagi Event Organizer dalam menyelenggarakan suatu event konferensi virtual dari perencanaan konsep, pembuatan rundown, pelaksanaan hingga evaluasi dan penulisan laporan acara yang terstruktur. Kata kunci: konferensi, pameran, virtual, perencanaan, evaluasi.
Upaya Stakeholders MICE Surabaya Dalam Menyelenggarakan Kegiatan MICE Selama Pandemi Covid 19 Haninda Triamadani; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) is a growing industry in Indonesia, the MICE business is able to provide a fairly high economic contribution to the development of the national economy. Not only in Indonesia. This makes the MICE industry very attractive to tourism industry business players. At the end of 2019, the Covid-19 pandemic attacked various countries around the world, one of which was Indonesia. This disease hit Indonesia in March 2020. There was a sharp decline in the implementation of MICE activities in various destinations in Indonesia, including the city of Surabaya. The aim of this research is to explain how the efforts made by MICE Surabaya stakeholders and compare the results of processing with the theory of tourism destinations that have been studied previously and find out the requirements for MICE activities that must be met by the organizers during the Covid-19 pandemic. The data collection method used in this research is observation with analytical methods, namely qualitative data methods that are analyzed descriptively. The results of the study show that the efforts made by MICE stakeholders in the city of Surabaya are in accordance with the new guidelines for organizing MICE activities during the Covid-19 pandemic. Key Word: event, MICE, pandemic, stakeholders, surabaya, ABSTRAK MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) merupakan industri yang sedang berkembang di Indonesia, bisnis MICE mampu memberikan kontribusi secara ekonomi yang cukup tinggi bagi pembangunan perekonomian nasional. Hal ini membuat industri MICE sangat diminati oleh para pelaku usaha industri pariwisata. Pada akhir tahun 2019, pandemi Covid-19 menyerang ke berbagai negara belahan dunia, salah satunya negara Indonesia. Penyakit ini melanda negara Indonesia pada bulan Maret 2020. Adanya penurunan tajam mengenai penyelenggaraan kegiatan MICE di berbagai destinasi di Indonesia, termasuk salah satunya yaitu Kota Surabaya. Tujuan penulis membuat penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana upaya yang telah dilakukan stakeholders MICE Surabaya dan membandingkan hasil pengolahan dengan teori destinasi pariwisata yang sudah dipelajari sebelumnya serta mengetahui persyaratan kegiatan MICE yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara selama pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data melalui observasi langsung dengan metode analisis yaitu metode data kualitatif yang dapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan oleh stakeholders MICE di Kota Surabaya sudah sesuai dengan pedoman baru penyelenggaraan aktivitas kegiatan MICE selama pandemi Covid-19. Kata kunci: kegiatan, MICE, pandemi, stakeholders, Surabaya
Peran Media Sosial Sebagai Salah Satu Marketing Tools Destinasi Wisata Jakarta Ryan Bintang Milenia; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT As the capital city of Indonesia, Jakarta is a metropolitan city that is the center of business and government in Indonesia. During the COVID-19 pandemic, all tourism activities stopped and caused a decrease in tourist visits to Jakarta. This has caused the DKI Jakarta provincial government to develop an urban tourism policy in Jakarta that’s aim to increase leisure tourism in Jakarta. The Urban Tourism Program has a target segmentation of the Y and Z generations so marketing activities focus on digital media. In this case, the DKI Jakarta Tourism Office uses social media and the official Enjoy Jakarta website to market Jakarta's tourist destinations. The author's purpose in doing this research is to know the process of creating content and evaluating the use of social media and the official website as one of the marketing tools for Jakarta tourist destinations. The method of collecting data is through interviews with parties involved in the content creation process as well as by observation and active participation during the content creation process and evaluation of the use of digital media with qualitative research methods of Marketing Plan theory proposed by John Westwood. The results showed that there were three digital media used, namely, Instagram, TikTok and the official website. The three digital media have 5 main processes in content creation, namely determining the target audience, research, planning, content creation, and publication. The DKI Jakarta Provincial Tourism Office is assisted by experts during the process of making and evaluating the use of digital media as one of the marketing tools for Jakarta tourism destinations. This research is useful for measuring the effectiveness of the content creation process and evaluating the use of social media as a means of marketing Jakarta tourist destinations. Key Word: destination marketing, social media, urban tourism ABSTRAK Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan di Indonesia. Selama pandemi COVID-19, seluruh kegiatan pariwisata terhenti dan menyebabkan menurunnya kunjungan wisata ke Jakarta. Hal ini menyebabkan pemerintah provinsi DKI Jakarta mengembangkan kebijakan wisata urban di Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan kembali wisata leisure di Jakarta. Program Wisata Urban memiliki target segmentasi masyarakat generasi Y dan Z, sehingga kegiatan pemasarannya berfokus pada media digital. Dalam hal ini Dinas Pariwisata DKI Jakarta menggunakan media sosial dan website resmi Enjoy Jakarta untuk memasarkan destinasi wisata Jakarta. Tujuan penulis membuat penelitian ini adalam mengetahui proses pembuatan konten serta evaluasi dari penggunaan media sosial dan website resmi sebagai salah satu marketing tools destinasi wisata Jakarta. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dalam proses pembuatan konten serta dengan observasi dan partisipasi aktif selama proses pembuatan konten dan evaluasi dari penggunaan media digital dengan metode penelitian kualitatif menggunakan teori Pemasaran Destinasi yang dikemukakan oleh John Westwood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga media digital yang digunakan yaitu, Instagram, TikTok dan website resmi. Ketiga media digital tersebut memiliki 5 proses utama dalam pembuatan konten yaitu penentuan target audiens, riset, perencanaan, pembuatan konten, dan publikasi. Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dibantu oleh pihak tenaga ahli selama proses pembuatan dan evaluasi dari penggunaan media digital sebagai salah satu marketing tools destinasi Wisata Jakarta. Penelitian ini bermanfaat untuk mengukur efektifitas dari proses pembuatan konten dan evaluasi penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran destinasi wisata Jakarta. Kata kunci: pemasaran destinasi, media sosial, wisata urban
Display Materi dan Peranan Pavilion Guide Indonesia dalam Promosi Expo 2020 Dubai Achmad Rifky Fajriansyah; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTExpo 2020 Dubai is an event of world, which is held every 5 (five) years and located in a different country for each event. This year, the World Expo was held in Dubai, which is a state of the United Arab Emirates. The World Expo is attended by almost all countries in the world. World Expo is a prestigious event with the aim to promote each country to attract investors and foreign tourists to travel, do business or invest. Countries participating in the World Expo showcase their country's excellence in creative, impressive ways that can attract the visitor’s attention, and Indonesia is one of the participants in the Expo 2020 Dubai. Each participating country displays material about the country with the help of several pavilion guides who will guide and explain the materials in the Indonesian pavilion. The visitors when they came to the Indonesian Pavilion to obtain information and facts about Indonesia. In this study, the method used is observation, interviews, and documentation in accordance with the needs of the report. The participation of the Indonesian Pavilion at the Expo 2020 Dubai went smoothly as a medium for promoting the Indonesian to the world. Therefore, this study aims to find out how the participation of the Indonesian pavilion at Expo 2020 Dubai in terms of material and display has a positive impact, and to know the role of the Indonesian Pavilion Guide in promoting the Indonesian state. Keywords: Expo, Pavilion Guide, Indonesian Pavilion ABSTRAKExpo 2020 Dubai merupakan acara World Expo yang diadakan rutin setiap 5 (lima) tahun sekali yang berlokasi di negara yang berbeda pada setiap penyelenggaraanya. Pada tahun 2022 World Expo di selenggarakan di Dubai yang merupakan negara bagian dari Uni Arab Emirates. World Expo diikuti oleh hampir semua negara di dunia. World Expo ini merupakan ajang bergengsi untuk mempromosikan setiap negara dengan tujuan untuk menarik investor dan wisatawan mancanegara untuk berwisata, berbisnis ataupun berinvestasi. Negara yang berpartisipasi pada World Expo menampilkan dan memamerkan keunggulan negara mereka dengan cara yang kreatif, mengagumkan dan mampu menarik perhatian pengunjung. Negara Indonesia ikut berpartisipasi pada acara Expo Dubai 2020 yang diadakan di Dubai. Pada setiap paviliun negara yang berpartisipasi menampilkan materi mengenai negara tersebut dan juga memiliki pavilion guide yang akan membantu melayani dan menjelaskan secara lebih detail mengenai materi-materi yang terdapat pada paviliun. Para pengunjung memiliki pada saat datang ke Paviliun Indonesia dan mendapatkan informasi mengenai fakta-fakta yang ada mengenai negara Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sesuai dengan kebutuhan laporan. Partisipasi Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai berjalan dengan lancar dan sangat baik sebagai media promosi negara Indonesia di wilayah Internasional. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keikutsertaan paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai dari segi materi dan display materi berdampak positif, serta mengetahui peranan pavilion guide Indonesia dalam mempromosikan negara Indonesia.Kata Kunci: Expo, Pavilion Guide, Paviliun Indonesia
Proses Identifikasi Tren Penyelenggaraan Kegiatan MICE Pada Masa Pandemi COVID-19 Geziana Salsabila; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe tourism industry, especially the implementation of MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)events throughout the world from 2020 to 2021 has decreased due to being affected by the COVID-19 pandemic.This study aims to determine the process of identifying trends in the implementation of MICE events during theCOVID-19 pandemic and know the results of identifying trends in the implementation of MICE events. The datacollection method used in this research is observation and documentation using secondary data and descriptivequalitative methods for analyzing data. The analysis results show that identifying trends in the implementation ofMICE events is carried out through five (5) stages. The process is; the data search stage, data grouping, dataprocessing, data analysis, and the trend identification results show a decrease in the offline method and an increasein the online method in organizing MICE events.Keywords: COVID-19 Pandemic, Events, MICE, Tourism, Trends,ABSTRAKIndustri pariwisata khususnya penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition)di seluruh dunia pada tahun 2020 hingga 2021 mengalami penurunan akibat terdampak oleh pandemi COVID-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi tren penyelenggaraan kegiatan MICE pada masapandemi COVID-19 dan mengetahui hasil dari identifikasi tren penyelenggaraan kegiatan MICE. Metodepengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi serta dokumentasi menggunakan datasekunder dengan metode analisis yaitu metode data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil analisismenunjukkan bahwa identifikasi tren penyelenggaraan kegiatan MICE dilakukan melalui lima (5) tahap yaitu,tahap pencarian data, pengelompokan data, pengolahan data, analisis data, serta hasil identifikasi tren menunjukkanpenurunan pada metode luring dan terjadi peningkatan pada metode daring dalam penyelenggaraan kegiatan MICE.Kata kunci: Acara, MICE, Pandemi COVID-19, Pariwisata, Tren
Prosedur Memperoleh Rekomendasi Pelaksanaan KIM Investment Expo 2021 Dalam Masa Pandemi Kezia Melliana R; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has affected various industrial sectors around the world; one of the industries that have had asignificant impact is tourism. In line with the impact of the Covid-19 pandemic, the government is also trying to prevent thespread of the pandemic by making various policies, such as working together between ministries to make health protocolpolicies for tourism activities, especially MICE. As a follow-up to the health protocol, the government issued arecommendation letter which will be a tool for the legality of organizing MICE activities, including exhibition activities. Thisstudy aims to find out the procedure for obtaining recommendations for organizing KIM Investment Expo 2021. The methodsused in the research were observation, documentation through archives and reports, as well as interviews with the organizingBoard of Directors, namely PT Antheus Indonesia Organizer. The results of this study show that KIM Investment Expoexhibition has received recommendations for implementation during the Covid-19 pandemic through the stage of identifyingrequirements, checking the completeness of documents until the approval of the implementation of KIM Investment Expo2022 by the relevant institutes.Keyword: MICE, Pandemic, Procedure, Exhibition, Legality.ABSTRAKPandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor industri di seluruh dunia, salah satu industri yang memiliki dampaksignifikan adalah pariwisata. Sejalan dengan dampak dari pandemi Covid-19, pemerintah juga berupaya untuk melakukanpencegahan penyebaran pandemi dengan membuat berbagai kebijakan seperti bekerja sama antar kementerian untuk membuatkebijakan protokol kesehatan untuk kegiatan pariwisata, khususnya MICE. Sebagai tindak lanjut dari protokol kesehatantersebut, pemerintah mengeluarkan surat rekomendasi yang akan menjadi alat legalitas penyelenggaraan kegiatan MICE,termasuk kegiatan pameran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur memperoleh rekomendasi penyelenggaraanpameran KIM Investment Expo 2021. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi,dokumentasi melalui arsip dan laporan, serta wawancara dengan Board of Director penyelenggara yaitu PT Antheus IndonesiaOrganizer. Hasil penelitian ini menunjukan pameran KIM Investment Expo telah mendapatkan rekomendasi penyelenggaraandi tengah pandemi Covid-19 melalui tahap identifikasi persayaratan, pemeriksaan kelengkapan dokumen sampai denganpersetujuan pelaksanaan KIM Investment Expo 2022 oleh instansi-instansi terkaitKata Kunci: MICE, Pandemi, Prosedur, Pameran, Legalitias
Proses Pitching Acara Konferensi Maju Digital di PT. Fasen Creative Quality Vanessa Kartika Aryanti; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTDue COVID -19 pandemic era, there are government rules that ban events that involve many people in it. In thatsituation, a few event organizers offer alternative, like an online and hybrid event. One of the offers would bedelivered by the process called pitching. This pitching process is purposed to hold Konferensi Maju Digital, whichwould be held by GoTo. The purpose of this writing is to be known the process of the pitching that is already doneby the event organizer to the corporate and to know the key of the success of the pitching process. The datacollection methods used are interviews, observation, and documentation. The results of the research are, there arenine phases of the pitching process that are sending pitching invitation, agency brief, the registration on coupapitching system, the preparation of the supporting documents, submitting the supporting documents, usercloseddiscussion, presentation to the user, second phase of user discussion, and the announcement of the winner.The success factor of the pitching process is because of the experience of a similar event, the creativity of the designand creative team, and the offered budget fit.Keyword: COVID-19, Event, Corporate, Pitching, Process, Konferensi Maju DigitalABSTRAKDalam masa pandemi COVID-19, terdapat kebijakan pemerintah yang melarang penyelenggaraan acara yangmelibatkan banyak orang dalam satu waktu yang bersamaan. Pada situasi tersebut, banyak event organizer yangmenawarkan alternatif penyelenggaraan kegiatan secara online maupun hybrid. Penawaran tersebut dilakukan salahsatunya melalui proses yang dinamakan pithcing. Proses pitching pada penelitian kali ini adalah proses yangdilakukan dengan tujuan untuk penyelenggaraan kegiatan yang bertajuk Konferensi Maju Digital yang akan digelaroleh GoTo. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui proses pitching yang dilakukan oleh event organizerkepada pihak perusahaan dan mengetahui kunci sukses dari berhasilnya proses tersebut. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan terdapatsembilan tahap yang dilalui pada saat proses pitchng yaitu pengiriman undangan pitching, agency brief, pendaftaranpada sistem pithcjng yang bernama coupa, persiapan dokumen pendukung, pengumpulan dokumen pendukung,diskusi user secara tertutup, presentasi kepada user, diskusi user tahap kedua, dan pengumuman pemenang.Kemudian, faktor keberhasilan pitching disebabkan oleh pengalaman dalam penyelenggaraan acara serupa,kreativitas dari tim desain dan tim kreatif, serta kesesuaian harga yang ditawarkan.Kata kunci: COVID-19, Event, Corporate, Pitching, Proses, Konferensi Maju Digital
Proses Penyediaan Kebutuhan Logistik dan Penyediaan Transportasi di Dalam Event Pekan Kebudayaan Nasional 2021 Pandu Purwadi; Christina Lipuringtyas Rudatin
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to discover the process of providing logistics and transportation at Pekan Kebudayaan Nasional 2021 event. The data collection methods used are observation, documentation, and interviews. To meet all the needs of Logistics and Transportation at the event, a management is needed which includes procurement planning, implementation, and reporting. The event organizer will require cooperation from various parties such as, event suppliers and clients, so that the event runs smoothly. The results of the study show that in the procurement planning process the organizers hold meetings with clients to reach an agreement. Furthermore, the implementation process is the process of the event taking place, the last is the reporting process is the result that must be reported from the organizer to the client, namely the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. so that the agreed budget can be issued and find out whether the planning and implementation are appropriate or not. The benefit that can be taken from this research is that the reader can find out what to do when having tasks related to logistics and event transportation. Keywords: Event, Logistics, Provision, Process, Transportation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penyediaan logistik dan transportasi pada event Pekan Kebudayaan Nasional 2021. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Untuk memenuhi semua kebutuhan Logistik dan Transportasi pada event maka dibutuhkannya sebuah pengelolaan yang meliputi, perencanaan pengadaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Event Organizer akan memerlukan kerjasama dari berbagai pihak seperti supplier event dan client, agar event berjalan dengan lancar. Hasil penelitian menunjukkan, dalam proses perencanaan pengadaan penyelenggara melakukan meeting dengan client untuk mencapai suatu kesepakatan. Selanjutnya proses pelaksanaan adalah proses berlangsungnya event, yang terakhir proses pelaporan merupakan hasil yang harus di laporkan dari pihak penyelenggara kepada client yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar anggaran yang disepakati dapat dikeluarkan dan mengetahui apakah perencanaan dan pelaksanaan sesuai atau tidak. Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu pembaca dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika mempunyai tugas yang berhubungan dengan logistik dan transportasi event. Kata kunci: Event, Logistik, Penyediaan, Proses, Transportasi.
Peran Strategis DJBC dalam Mendukung Kelancaran Event MICE Internasional di Indonesia Annisa Wardhani; Raden Ayu Trisnayoni; Christina Lipuringtyas Rudatin; Heri Setyawan; Djuni Akbar
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 14 No. 01 (2025): SNRT XIV TAHUN 2025
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) holds a strategic role that extends beyond its traditional functions of supervision and state revenue collection. It also plays a crucial part in facilitating trade and the cross-border movement of goods—an essential factor in the successful organization of international-scale events. Within the context of the Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) industry, the success of an event heavily depends on the smooth flow of logistics, particularly the temporary importation of goods required for exhibitions, conferences, and other supporting activities. This article explores DJBC’s contribution to supporting the MICE ecosystem in Indonesia through direct observation and interviews with DJBC officials at the Rawamangun Office. Findings indicate that DJBC provides a range of customs facilities, such as import duty exemptions, temporary importation schemes, the use of ATA Carnet documents, and digital services via integrated systems like CEISA and INSW. In addition, DJBC demonstrates a strong commitment to educating and assisting service users while responding promptly and professionally, reflecting bureaucratic reform and improved public service efficiency. These procedures are guided by regulations such as PMK No. 106/2019 and PER-02/BC/2018, which offer legal certainty and flexibility for industry stakeholders. The findings of this study affirm that DJBC plays a highly significant role as an active partner in enhancing the global competitiveness of Indonesia’s MICE industry. Its presence as a facilitator of cross-border goods movement proves that DJBC functions not only as a regulatory authority but also as a strategic driver in attracting investment and positioning Indonesia as a prominent destination for international events