Penelitian ini mengkaji keterpaduan nilai tattwa dan etika Hindu dalam memperkuat pendidikan karakter pada era digital yang ditandai oleh semakin kuatnya disrupsi nilai di kalangan peserta didik. Latar belakang kajian ini berangkat dari fenomena menurunnya kualitas karakter siswa yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh belum optimalnya proses internalisasi nilai dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang menelaah berbagai penelitian terkait krisis karakter, landasan filosofis Hindu, serta peran pendidik dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter masih berlangsung secara terpisah-pisah, di mana aspek filosofis (tattwa), etika (susila), dan pedagogis belum terhubung secara terpadu dalam satu sistem pembelajaran yang menyeluruh. Selain itu, konteks era digital belum sepenuhnya dijadikan sebagai ruang utama dalam penguatan nilai pendidikan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Hindu perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih integratif dengan menghubungkan kesadaran filosofis, praktik etis, serta strategi pembelajaran dalam suatu ekosistem pendidikan. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya berhenti pada tataran pemahaman konsep, tetapi juga dapat diwujudkan dalam perilaku nyata peserta didik. Kajian ini memberikan kontribusi berupa model konseptual integrasi nilai Hindu dalam pendidikan karakter yang lebih kontekstual, sistematis, dan relevan dengan perkembangan era digital.