Pembentukan karakter religius merupakan salah satu tujuan penting pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama Hindu. SMA Negeri 4 Mataram telah melaksanakan berbagai kegiatan sradha bhakti sebagai upaya membentuk karakter religius siswa Hindu. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pelaksanaan, serta kurang optimalnya komunikasi antara guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sradha bhakti sebagai pembentukan karakter religius pada siswa Hindu di SMA Negeri 4 Mataram, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan analisis temuan didasarkan pada Social learning theory, Teori Ekologi, dan Teori Karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sradha bhakti dilaksanakan melalui persembahyangan (Bhakti marga), dharma bhakti dan dharma yadnya (Karma marga), perayaan Siwalatri dan tirta yatra (Raja marga), serta dharma santi (Jnana marga). Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu, serta kurang optimalnya komunikasi antara guru dan orang tua. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan pembinaan sradha bhakti, peningkatan praktik keagamaan dan kepedulian sosial, pengawasan dan evaluasi kegiatan, penguatan komunikasi dengan orang tua, serta inovasi program keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sradha bhakti berperan penting dalam membentuk karakter religius siswa Hindu melalui pembiasaan nilai spiritual, sosial, dan moral secara berkelanjutan