Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap petani terhadap penggunaan rice transplanter pada usahatani padi di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Yeti Susilawati; M Zulkarnain Yuliarso; M Mustopa Romdhon
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2025): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/oryza.v10i1.2097

Abstract

Rice transplanter merupakan teknologi mekanisasi yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual serta meningkatkan ketepatan waktu dan efisiensi penanaman padi, tetapi ketersediaan mesin tidak selalu menghasilkan sikap yang mendukung maupun penggunaan aktual oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis sikap petani terhadap penggunaan rice transplanter di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian menggunakan survei deskriptif yang dilaksanakan pada 2022 terhadap 90 petani padi sawah yang dipilih melalui alokasi proporsional dan simple random sampling di Desa Muara Danau, Padang Lebar, dan Darat Sawah. Sikap diukur menggunakan 14 pernyataan skala Likert lima tingkat yang mencakup komponen kognitif, afektif, dan konatif. Hasil menunjukkan 64 petani (71,11%) berada pada kategori netral dan 26 petani (28,89%) pada kategori baik, sedangkan tidak terdapat responden pada kategori tidak baik, sangat tidak baik, maupun sangat baik. Mayoritas responden berada pada usia produktif, memiliki pengalaman usahatani relatif panjang, dan mengelola lahan berskala kecil. Konsentrasi skor pada kategori netral menunjukkan bahwa evaluasi keseluruhan mayoritas petani belum mencapai tingkat yang kuat untuk dikategorikan baik; namun, kondisi tersebut tidak dapat dengan sendirinya ditafsirkan sebagai penolakan, kesiapan adopsi, ataupun penggunaan aktual. Program mekanisasi perlu melengkapi penyediaan alat dengan uji coba berulang, operator terlatih, pendampingan teknis spesifik lokasi, serta pembuktian lokal mengenai kebutuhan tenaga kerja, biaya, dan ketepatan waktu tanam. Karena analisis bersifat deskriptif, karakteristik petani diperlakukan sebagai konteks dan bukan sebagai determinan kausal sikap.