Status gizi bayi usia 6 bulan merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kecukupan nutrisi pada masa awal kehidupan. ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi utama yang direkomendasikan bagi bayi hingga usia 6 bulan, sedangkan susu formula dapat menjadi alternatif asupan bagi bayi yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Perbedaan jenis asupan tersebut dapat berhubungan dengan status gizi bayi. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap status gizi bayi usia 6 bulan di TPMB Hj. Linda Yati Sari dan TPMB Hj. Lies Mulyati tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di TPMB Hj. Linda Yati Sari dan TPMB Hj. Lies Mulyati. Data diperoleh melalui pengumpulan informasi mengenai riwayat pemberian ASI eksklusif atau susu formula serta pengukuran status gizi bayi berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U) dan nilai Z-score. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, data pada beberapa kelompok tidak berdistribusi normal sehingga analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian ini adalah pada TPMB Hj. Linda Yati Sari, kelompok ASI eksklusif memiliki mean rank 15,37 dan kelompok susu formula 23,63. Hasil uji Mann–Whitney diperoleh U=102,000, Z=-2,293, dan p=0,022. Pada TPMB Hj. Lies Mulyati, kelompok ASI eksklusif memiliki mean rank 12,60 dan kelompok susu formula 28,40, dengan U=42,000, Z=-4,275, dan p<0,001. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan status gizi yang bermakna antara bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan bayi yang mendapatkan susu formula pada kedua lokasi penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna dalam status gizi bayi usia 6 bulan antara kelompok yang mendapatkan ASI eksklusif dan kelompok yang mendapatkan susu formula. Kelompok susu formula menunjukkan mean rank status gizi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok ASI eksklusif pada kedua TPMB. Pemantauan pertumbuhan dan status gizi bayi tetap diperlukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi secara optimal.