Stroke merupakan masalah kesehatan global yang sering menyebabkan kecacatan dan ketergantungan pasien dalam aktivitas sehari-hari, termasuk perawatan mulut. Kebersihan mulut yang kurang baik dapat meningkatkan risiko komplikasi pneumonia aspirasi, terutama pada pasien dengan gangguan menelan. Keluarga memiliki peran penting sebagai caregiver, tetapi keterbatasan keterampilan dan ketersediaan media edukasi yang spesifik menjadi hambatan dalam melakukan perawatan mulut secara aman dan tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media edukasi berbasis Android yang valid dan praktis untuk meningkatkan keterampilan teknis keluarga dalam merawat kebersihan mulut pasien stroke. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Subjek meliputi ahli materi (3 perawat spesialis), ahli media (3 pakar IT), dan 5 keluarga pasien stroke. Instrumen data mencakup lembar validasi ahli, kuesioner respon pengguna, serta lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian menghasilkan aplikasi "Senyum Stroke" berbasis Android menggunakan framework Flutter. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata 97,73% dan ahli media 95,93% (sangat layak). Respons lima pengguna memperoleh rata-rata 95,6% (sangat layak). Hasil pengukuran keterampilan menunjukkan peningkatan dari 46% sebelum penggunaan media menjadi 86% setelah penggunaan media (peningkatan 40%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,018 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan keterampilan keluarga yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan media edukasi. Pengembangan "Senyum Stroke" dengan model ADDIE terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai alat edukasi. Direkomendasikan untuk discharge planning guna mencegah infeksi dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca-stroke.