Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi diadik antara ayah dan anak serta menganalisis perannya dalam pembentukan kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian berjumlah tujuh mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi diadik ayah dan anak berbeda pada setiap mahasiswa dan terlihat melalui lima karakteristik komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Keterbukaan terlihat dari kesediaan mahasiswa menyampaikan cerita dan persoalan pribadi kepada ayah. Empati terlihat dari kemampuan ayah memahami kondisi dan perasaan anak, sedangkan sikap mendukung ditunjukkan melalui perhatian, doa, nasihat, semangat, apresiasi, dan dukungan praktis. Sikap positif terlihat dari cara ayah memberikan pujian, kritik, dan teguran, sedangkan kesetaraan ditunjukkan melalui penghargaan terhadap pendapat serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan. Komunikasi diadik juga berperan dalam pembentukan kepercayaan diri melalui dukungan, pengakuan, apresiasi, motivasi, perhatian, dan pesan yang bermakna. Mahasiswa dengan komunikasi yang lebih dekat dan konsisten memperoleh penguatan secara berkelanjutan, sedangkan pada komunikasi yang terbatas, makna komunikasi tetap dapat muncul melalui pengalaman atau pesan tertentu. Kepercayaan diri juga dipengaruhi dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan pengalaman pribadi.