ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna nilai-nilai lokal dalam tindakan pengolahan kopi serta mendeskripsikan peran nilai-nilai lokal dalam strategi petani kopi untuk meningkatkan nilai ekonomi produk kopi di Kabupaten Enrekang. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kopi sebagai komoditas ekonomi sekaligus identitas sosial budaya masyarakat yang di dalam proses pengolahannya masih mempertahankan berbagai nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Baroko dan Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria aktif dalam pengolahan kopi, memahami budaya lokal, dan memiliki pengalaman dalam proses pengolahan kopi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pengolahan kopi mengandung nilai-nilai lokal berupa kebersamaan dan solidaritas sosial, kejujuran, religiusitas, kerja keras, serta penghormatan terhadap alam yang dimaknai sebagai pedoman dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat petani. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tahapan pengolahan kopi dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Melalui perspektif interaksionisme simbolik, tindakan pengolahan kopi dipahami sebagai tindakan sosial yang memiliki makna budaya dan ekonomi. Penerapan nilai-nilai lokal berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kopi, tumbuhnya kepercayaan konsumen, peningkatan harga jual, penguatan daya saing produk, serta keberlanjutan usaha tani sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat petani kopi di Kabupaten Enrekang.