Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA HARGA POKOK PRODUKSI DAN VOLATILITAS LABA KOTOR PADA KONTRAK HARGA TETAP PRODUKSI EXCAVA 200 PT PINDAD (PERSERO) Hoirun Nisa; Dini Paryanti
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 4 No. 1 (2026): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v4i1.4470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Harga Pokok Produksi (HPP) dan realisasi laba kotor serta mengkaji hubungan HPP dengan laba kotor pada produksi excava 200 PT Pindad (Persero) periode 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan biaya produksi dan laporan laba rugi Divisi Alat Berat yang bersumber dari sistem SAP internal perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 19 unit produksi excava 200 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linear sederhana, dengan HPP diukur berdasarkan nilai Total Actual per unit dan laba kotor dihitung dari selisih nilai kontrak bersih dengan Total Actual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP memiliki rata-rata sebesar Rp1.428,53 juta per unit, sedangkan laba kotor memiliki rata-rata sebesar -Rp54,53 juta dengan rentang Rp 262 juta hingga Rp110 juta. Periode 2021 menunjukkan kondisi paling berat dengan rata-rata HPP sebesar Rp1.526 juta dan laba kotor sebesar -Rp211 juta per unit, sedangkan kondisi membaik pada periode 2022–2024. Hasil regresi menunjukkan koefisien HPP sebesar -1,259 dengan nilai signifikansi 0,000 dan R² sebesar 0,764, yang menunjukkan hubungan negatif dan signifikan serta bahwa 76,4% variasi laba kotor terasosiasi dengan variasi HPP. Struktur biaya juga menunjukkan bahwa bahan baku mendominasi HPP dengan kontribusi lebih dari 97% pada seluruh periode penelitian. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan HPP berkaitan dengan penurunan laba kotor pada produksi excava 200 dalam konteks kontrak harga tetap, dengan bahan baku menjadi komponen utama pembentuk HPP sehingga pengendalian biaya material menjadi aspek penting dalam menjaga laba kotor