Su'udi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Keluarga Dan Penggunaan Media Sosial Pada Remaja Di SMAN 4 Tuban Sri Widya Putri; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Su'udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2416

Abstract

Di era modern saat ini, peran keluarga memiliki posisi yang sangat penting dan perlu dalam mengatur penggunaan media sosial pada remaja, berfungsi sebagai pendidik, pengawas, dan pembimbing. Namun, ada permasalahan terkait tingginya penggunaan media sosial yang melampaui batas wajar, kurangnya perhatian orang tua, serta pola aktivitas yang tidak teratur, yang dapat memengaruhi kesehatan mental, interaksi sosial, dan hasil belajar remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dan penggunaan media sosial pada remaja di SMAN 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah remaja kelas X di SMAN 4 Tuban Tahun Ajaran 2025/2026 dengan jumlah sampel 80 remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner peran keluarga dan penggunaan media sosial pada remaja. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hampir setengah remaja di SMAN 4 Tuban memiliki peran keluarga cukup. Sebagian besar remaja di SMAN 4 Tuban memiiki penggunaan media sosialnya sedang. Remaja dengan peran keluarga cukup sebagian besar memiliki penggunaan media sosial sedang. Sedangkan, peran keluarga cukup sebagian kecil memiliki penggunaan media sosial rendah. Remaja yang terlalu aktif di media sosial, dengan kata lain, berinteraksi lebih dari durasi, frekuensi, dan jenis kegiatan yang umum, biasanya berasal dari lingkungan yang kurang mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari keluarga. Oleh karena itu, keberadaan keluarga sangat penting dalam memberikan kontrol, dukungan, dan panduan agar remaja dapat menggunakan platform media sosial secara bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga dapat menghindari efek negatif yang mungkin timbul.
Konsumsi Junk Food Dengan Kejadian Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Wire Deswita Satriani; Su'udi; Titik Sumiatin; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2420

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama, baik di Indonesia maupun secara global. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi junk food, yang mengandung banyak kalori, natrium, dan lemak jenuh serta dapat meningkatkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsumsi junk food dan kejadian hipertensi yang terjadi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Metode: Untuk menganalisis korelasi, penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan kejadian hipertensi sebagai variabel terikat dan konsumsi junk food sebagai variabel bebas. Untuk memilih sampel, metode purposive sampling digunakan penelitian sebanyak 92 orang dari total 120 peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah dan penggunaan kuesioner. Uji Chi-Square juga dilakukan dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sebagian besar peserta Prolanis (53,3%) menderita hipertensi dan rutin mengonsumsi junk food. Dengan nilai p kurang dari 0,001, uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food dapat meningkatkan tekanan darah serta berpotensi mengganggu pengendalian tekanan darah.