Ana Alfiatus Solehah
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 1 Palang Ana Alfiatus Solehah; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2429

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi utama pada remaja putri akibat pertumbuhan cepat dan menstruasi, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar serta gangguan kesehatan reproduksi. Upaya strategis pencegahannya meliputi konsumsi gizi seimbang, pemenuhan buah dan sayur, suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), serta pemantauan kadar hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Palang. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian seluruh siswi SMPN 1 Palang kelas VIII sebesar 144 siswi, dengan sampel sebanyak 105 siswi menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitan adalah Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur empat indikator perilaku pencegahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini didapatkan hampir setengahnya remaja putri memiliki perilaku kurang mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, hampir setengahnya remaja putri memiliki perilaku kurang mengkonsumsi makanan cukup buah dan sayuran, sebagian besar remaja putri memiliki perilaku kurang minum tablet tambah darah (TTD) dan sebagian besar remaja putri memiliki perilaku kurang dalam keaktifan pemeriksaan kadar hemoglobin darah. Perilaku remaja yang kurang dalam konsumsi makanan bergizi, konsumsi buah dan sayuran, konsumsi tablet tambah darah dan keaktifan untuk pemeriksaan Hb, merupakan faktor yang menjadi penyebab anemia remaja tidak tertangani, untuk mengurangi perilaku yang belum tepat dalam pencegahan anemia diperlukan dukungan dari pihak orang tua,sekolah dan tenaga kesehatan.