Teresia Retna Puspita Dewi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Kepatuhan Diet DASH Pada Pasien Hipertensi Peserta Prolanis Di Puskesmas Tuban Arifa Mauliza Rizki; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspita Dewi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2400

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upaya pengendaliannya adalah melalui penerapan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Keberhasilan penerapan diet ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan Diet DASH pada pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Sampel berjumlah 61 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan Diet DASH dengan skala Guttman, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Sebagian besar responden berusia 46–55 tahun (55,7%), berpendidikan SMA (52,5%), bekerja sebagai wiraswasta (65,6%), dan berjenis kelamin perempuan (50,8%). Hampir setengah responden memiliki kepatuhan Diet DASH yang baik. Tabulasi silang menunjukkan bahwa kepatuhan baik lebih banyak pada kelompok usia 46–55 tahun, bekerja sebagai pedagang dan wiraswasta, serta berjenis kelamin laki-laki. Sementara itu, kepatuhan kurang lebih banyak ditemukan pada responden berpendidikan perguruan tinggi. Karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin berhubungan dengan gambaran kepatuhan Diet DASH pada pasien hipertensi peserta Prolanis. Sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan yang baik. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan, dukungan keluarga, dan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan Diet DASH sehingga pengendalian tekanan darah dapat berlangsung secara optimal.
Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Tentang Komplikasi Kardiovaskuler Di Puskesmas Tuban Tety Melinda Sari; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspita Dewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2410

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang dapat berkembang menjadi berbagai komplikasi, salah satunya gangguan pada sistem kardiovaskular. Ancaman terjadinya komplikasi tersebut dapat menimbulkan rasa cemas pada penderita DM dan berpotensi berdampak pada kualitas hidup serta keberhasilan pengelolaan penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan pasien Diabetes Melitus terhadap komplikasi kardiovaskular di Puskesmas Tuban.          Kajian ini menggunakan desain deskriptif dengan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus terhadap komplikasi kardiovaskular sebagai variabel penelitian. Populasi mencakup seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Sebanyak 61 orang dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengukuran kecemasan memakai kuesioner HARS, sedangkan data diolah secara deskriptif dan ditampilkan dalam distribusi frekuensi serta tabulasi silang. Hasil karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 46-55 tahun mendominasi responden Diabetes Melitus; hampir separuh responden berpendidikan SMA, mayoritas bekerja sebagai wiraswasta, dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Pada tabulasi silang, 50% peserta Prolanis dengan kecemasan ringan berada pada usia 46-55 tahun. Mayoritas responden dengan kecemasan berat memiliki pendidikan SD, sedangkan sebagian besar responden yang mengalami kecemasan ringan bekerja sebagai PNS. Perempuan mencakup separuh pasien Diabetes Melitus yang mengalami kecemasan. Kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tampak berkaitan dengan usia, pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin. Hampir separuh peserta Prolanis dengan diabetes melitus di Puskesmas Tuban mengalami kecemasan ringan ketika memikirkan komplikasi kardiovaskular. Oleh sebab itu, pemeriksaan kecemasan secara berkala, penguatan dukungan terapeutik, dan konseling psikologis perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola kecemasan sekaligus menjaga kualitas hidup.
Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Hipertensi Di Poli Jantung RSUD dr. R Koesma Tuban Cindy Melinda; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspita Dewi; Wahyu Ningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2417

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Jutaan orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular, dengan hipertensi yang dikenal sebagai faktor risiko signifikan yang memicu timbulnya PJK. Tingginya prevalensi hipertensi serta risiko masalah kardiovaskular yang menyertainya terus menjadi masalah kesehatan yang menuntut strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemungkinan individu dengan tekanan darah tinggi menderita penyakit jantung koroner saat mereka menjalani pemeriksaan di Klinik Kardiologi RSUD dr. R. Koesma, Tuban. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Variabel peneltian ini risiko penyakit jantung koroner (PJK) pada pasien hipertensi. Penelitian melibatkan 224 pasien hipertensi yang menjalani perawatan di departemen kardiologi RSUD Dr. R. Koesma, Tuban. Sebanyak 144 partisipan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan selanjutnya dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi variabel yang diteliti. Penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah penderita tekanan darah tinggi berusia antara 45-59 tahun, dan sebagian besar di antaranya adalah laki-laki. Mayoritas pasien hipertensi memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK), sedangkan hampir setengahnya tidak memiliki gejala risiko PJK. Berdasarkan kelompok usia, sebagian besar pasien hipertensi berusia 45-59 tahun memiliki gejala risiko PJK. Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar perempuan pasien hipertensi memiliki risiko PJK. Elastisitas pembuluh darah dapat menurun seiring bertambahnya usia, sehingga tekanan darah mudah ditingkatkan dan risiko PJK pada pasien hipertensi pun semakin tinggi. Pada perempuan, munculnya gejala risiko PJK juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal maupun gaya hidup. Pengendalian tekanan darah, penerapan pola hidup sehat, serta pemeriksaan rutin diperlukan guna mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Makanan Lansia Hipertensi Di Puskesmas Wire Irvandi Bagus Firmansyah; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2425

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai dan salah satu faktor penting dalam pengendaliannya adalah kualitas makanan. Kualitas makanan lansia tidak terlepas dari peran dan dukungan keluarga, terutama dalam pemilihan, penyediaan, dan pengaturan pola makan sehari-hari. Kurangnya dukungan keluarga dapat berdampak pada pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan lansia hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan pada lansia hipertensi di Puskesmas Wire. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 lansia hipertensi, dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel dependen kualitas makanan lansia hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Social Support Family Scale (PSS-Fa) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai kualitas makanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi memperoleh dukungan keluarga yang baik dan memiliki kualitas makanan yang baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan lansia hipertensi, dengan arah hubungan positif. Keadaan lansia yang mengalami perubahan fisiologis akibat penuaan menjadikan kelompok usia yang paling rentan mengalami hipertensi. Dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat penting karena keluarga berperan dalam membantu menyediakan kualitas makanan yang baik secara konsisten. Dengan adanya dukungan keluarga yang optimal, lansia mampu mempertahankan kualitas makanan yang lebih baik sehingga risiko komplikasi hipertensi dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat meningkat.
Perilaku Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 1 Palang Ana Alfiatus Solehah; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2429

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi utama pada remaja putri akibat pertumbuhan cepat dan menstruasi, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar serta gangguan kesehatan reproduksi. Upaya strategis pencegahannya meliputi konsumsi gizi seimbang, pemenuhan buah dan sayur, suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), serta pemantauan kadar hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Palang. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian seluruh siswi SMPN 1 Palang kelas VIII sebesar 144 siswi, dengan sampel sebanyak 105 siswi menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitan adalah Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur empat indikator perilaku pencegahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini didapatkan hampir setengahnya remaja putri memiliki perilaku kurang mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, hampir setengahnya remaja putri memiliki perilaku kurang mengkonsumsi makanan cukup buah dan sayuran, sebagian besar remaja putri memiliki perilaku kurang minum tablet tambah darah (TTD) dan sebagian besar remaja putri memiliki perilaku kurang dalam keaktifan pemeriksaan kadar hemoglobin darah. Perilaku remaja yang kurang dalam konsumsi makanan bergizi, konsumsi buah dan sayuran, konsumsi tablet tambah darah dan keaktifan untuk pemeriksaan Hb, merupakan faktor yang menjadi penyebab anemia remaja tidak tertangani, untuk mengurangi perilaku yang belum tepat dalam pencegahan anemia diperlukan dukungan dari pihak orang tua,sekolah dan tenaga kesehatan.
Gambaran Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Pasien Hipertensi Di Prolanis Puskesmas Semanding Devia Fatimatus Azaro; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspita Dewi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2431

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan sejumlah masalah seperti serangan stroke, penyakit jantung koroner kegagalan jantung, dan kegagalan ginjal. Pencegahan masalah yang terkait dengan hipertensi memerlukan pengendalian tekanan darah, penerapan perilaku hidup sehat, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi melalui edukasi, pemantauan kesehatan, dan pengendalian faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi di Prolanis Puskesmas Semanding. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Prolanis dengan hipertensi di Puskesmas Semanding sebanyak 40 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek pengendalian tekanan darah, perilaku hidup sehat, dan kepatuhan pengobatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, berada pada kelompok usia dewasa, memiliki pekerjaan, dan menderita hipertensi kurang dari lima tahun. Upaya pencegahan komplikasi hipertensi sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 28 responden (70%), kategori cukup sebanyak 4 responden (10%), dan kategori kurang sebanyak 8 responden (20%). Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas juga menunjukkan upaya pencegahan komplikasi dalam kategori baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta Prolanis di Puskesmas Semanding telah melakukan upaya pencegahan komplikasi hipertensi dengan baik. Tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan edukasi, pemantauan, dan pendampingan guna mempertahankan serta meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi.