Latar Belakang: Di Indonesia, Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan, baik bagi ibu maupun janin. Pendapatan rumah tangga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kejadian KEK. Kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dapat terhambat oleh rendahnya pendapatan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya KEK. Tujuan: Untuk mengetahui profil pendapatan rumah tangga ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Wire, Kecamatan Semanding. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang cross-sectional dan kerangka kerja deskriptif. Dengan menggunakan metode pengambilan sampel lengkap complete sampling, sampel penelitian terdiri dari 75 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dengan penekanan pada persentase dan distribusi frekuensi. Hasil: Hampir seluruh suami bekerja, sebagian besar memiliki pendidikan menengah, dan berada di usia produktif 20–30 tahun. Sebagian besar ibu hamil KEK tidak bekerja, berpendidikan menengah, dan berada pada usia 20–30 tahun. Sebagian besar keluarga memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Tuban (< Rp3.229.092), yaitu sebanyak 50 keluarga (66,7%), sedangkan 25 keluarga (33,3%) memiliki pendapatan ≥ UMR. Kesimpulan: Sebagian besar keluarga ibu hamil KEK memiliki pendapatan di bawah UMR Kabupaten Tuban. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sehingga diperlukan dukungan keluarga serta intervensi gizi yang berkelanjutan.