Kebiasaan makan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi status gizi remaja. Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat sehingga memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Kebiasaan makan yang kurang baik dapat menyebabkan masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan status gizi remaja putra dan putri usia 12-13 tahun di SMPN 3 Maron.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang terdiri dari remaja putra dan putri usia 12-13 tahun yang di pilih menggunakan stratified random sampling. Data kebiasan makan di peroleh melalui kuesioner, sedangkan status gizi di tentukan berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi a 0,05. Hasil menunjukkan uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,598 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dan status gizi pada responden. Nilai koefisien korelasi yang negatif menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel bersifat berlawanan arah, dengan kekuatan hubungan sedang hingga kuat. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja putra dan putri usia 12-13 tahun di SMPN 3 Maron. Di harapkan pihak sekolah dapat meningkatkan edukasi mengenai kebiasaan makan sehat melalui kegiatan penyuluhan gizi secara berkala, serta orang tua berperan aktif dalam membiasakan pola makan yang sehat agar status gizi remaja tetap optimal.