Tutik Hidayati
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Usia 13–15 Tahun Di SMP Saqo Kraksaan Retno Suciningrum; Tutik Hidayati; Nova Hikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2072

Abstract

Keputihan adalah kondisi vagina keluar cairan disebabkan kuman.Remaja adalah masa perubahan yang cepat pertumbuhan fisiknya Personal hygiene genitalia adalah pemiliharaan kebersihan dan Kesehatan terhindar dari gangguan alat reproduksi. menurut SKRI tahun 2022 keputihan di Indonesia 75% sekali seumur hidup dan 45% keputihan lebih dua kali. Di Jawa Timur Wanita keputihan 27,60% dari jumlah remaja berusia 10–14 tahun.Studi pendahuluan dilakukan tanggal 22 Januari 2025 pada remaja putri di SMP Saqo Kraksaan,Didapatkan 9 orang pernah keputihan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Desain penelitian analitik korelasional metode cross sectional. Populasi 42 remaja putri dengan 39 sampel dan teknik Stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi, coding, editing, dan tabulating, data dianalisis secara komputer dengan Uji Chi-square, α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan cukup dan perilaku personal hygiene baik berjumlah 23 responden (59%) tidak mengalami keputihan dan responden mengalami keputihan yaitu sebanyak 16 reponden (41%) dengan p : 0,001. Kesimpulan penelitian ada Hubungan Antara Perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Saran yaitu petugas kesehatan / bidan edukasi secara aktif masyarakat khususnya remaja pentingnya perilaku personal hygiene yang benar untuk mencegah keputihan.
Pengaruh Premarital Education Terhadap Perilaku Persiapan Kehamilan Pada Calon Pengantin Di Wilayah Kerja Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Anggi Sita Sari; Tutik Hidayati; Tutik Ekasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2456

Abstract

Persiapan kehamilan yang optimal merupakan langkah penting dalam menurunkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Namun, sebagian besar calon pengantin masih memiliki pengetahuan dan perilaku persiapan kehamilan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh premarital education terhadap perilaku persiapan kehamilan pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-experimental one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini semua calon pengantin yang berkunjung ke Puskemas Wangkal pada bulan Maret - Mei 2026. Teknik pengambilan sampel menggunkan total sampling sebanyak 50 responden. Intervensi berupa penyuluhan dengan media leaflet, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna, proporsi responden berperilaku baik meningkat dari 16,0% menjadi 76,0%, dengan rata-rata skor naik dari 57,71 menjadi 80,46. Uji statistik menghasilkan nilai Z = -5,979 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan premarital education terhadap perilaku persiapan kehamilan pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Disimpulkan bahwa premarital education terbukti secara statistik efektif dalam meningkatkan perilaku persiapan kehamilan pada calon pengantin. Oleh karena itu, program premarital education perlu dioptimalkan dan ditingkatkan cakupannya di seluruh wilayah kerja puskesmas sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak.
Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Remaja Putra Dan Putri Usia 12-13 Tahun Di SMPN 3 Maron Kabupaten Probolinggo Alfiani; Tutik Hidayati; Tutik Ekasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2457

Abstract

Kebiasaan makan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi status gizi remaja. Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat sehingga memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Kebiasaan makan yang kurang baik dapat menyebabkan masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan status gizi remaja putra dan putri usia 12-13 tahun di SMPN 3 Maron.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang terdiri dari remaja putra dan putri usia 12-13 tahun yang di pilih menggunakan stratified random sampling. Data kebiasan makan di peroleh melalui kuesioner, sedangkan status gizi di tentukan berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi a 0,05. Hasil menunjukkan uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,598 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dan status gizi pada responden. Nilai koefisien korelasi yang negatif menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel bersifat berlawanan arah, dengan kekuatan hubungan sedang hingga kuat. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja putra dan putri usia 12-13 tahun di SMPN 3 Maron. Di harapkan pihak sekolah dapat meningkatkan edukasi mengenai kebiasaan makan sehat melalui kegiatan penyuluhan gizi secara berkala, serta orang tua berperan aktif dalam membiasakan pola makan yang sehat agar status gizi remaja tetap optimal.
Hubungan Penyuluhan Program Generasi Berencana (GENRE) Dengan Kejadian Pernikahan Dini Di Kecamatan Maron Umi Siti Hotijah; Agustina Widiyawati; Tutik Hidayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2461

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan dan sosial yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk di Kecamatan Maron. Rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pernikahan dini. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Penyuluhan Program Generasi Berencana (GENRE) dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Maron. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan nikah dini yang belum hamil dan datang ke Balai KB Kecamatan Maron. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Penyuluhan Program GENRE, sedangkan variabel dependen adalah kejadian pernikahan dini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,021, sehingga p-value < α (0,021 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik paparan Penyuluhan Program GENRE yang diterima remaja, maka semakin rendah kejadian pernikahan dini.
Hubungan Persepsi Akseptor KB Tentang Efek Samping KB Implan Dengan Motivasi Dalam Pemilihan KB Implan Sebagai Alat Kontrasepsi Di Posyandu Seruni Siti Khomaria; Iit Ermawati; Tutik Hidayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2463

Abstract

Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun persepsi terhadap efek samping dapat memengaruhi motivasi akseptor dalam memilih metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi akseptor KB tentang efek samping kontrasepsi implan dengan motivasi dalam memilih kontrasepsi implan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah akseptor KB implan yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar responden memiliki persepsi negatif terhadap efek samping kontrasepsi implan sebesar 84,6% dan menunjukkan motivasi rendah sebesar 80,8% dalam memilih metode tersebut. Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p = 0,01 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi akseptor KB tentang efek samping KB implan dengan motivasi dalam memilih kontrasepsi implant. Semakin positif persepsi responden terhadap efek samping kontrasepsi implan, semakin tinggi motivasi mereka dalam memilih metode kontrasepsi tersebut. Persepsi yang baik dapat meningkatkan penerimaan terhadap kontrasepsi implan karena responden memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat dan efek samping yang mungkin terjadi. Edukasi yang tepat dari tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan motivasi penggunaan kontrasepsi implan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pernikahan Dini Terhadap Pengetahuan Remaja Di MTs Nurur Rohmah Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Asih Ira Fiko; Tutik Hidayati; Tutik Ekasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2465

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, pendidikan, dan sosial. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini menjadi salah satu faktor utama terjadinya pernikahan usia dini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikn kesehatan tentang pernikahan dini terhadap pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII MTs Nurur Rohmah Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo sebanyak 40 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pernikahan dini. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -6,018 dengan p-value = 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja. Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini melalui pemberian informasi yang terstruktur sehingga remaja lebih memahami risiko dan upaya pencegahannya. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat menurunkan angka pernikahan dini pada remaja.