Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif, praktis, dan ekonomis. Namun, penggunaan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan menstruasi amenore, spotting, hipemenoria, dan oligomeroia. Gangguan menstruasi yang terjadi diduga berhungan dengan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini Adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Wangkal sebanyak 24 responde. Teknik sampling menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dan kartu KB. Analisa data dilakukan menggunakan uji statistic chisquare dengan Tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukan Sebagian besar responden telah menggunakan KB suntik 3 bulan lebih dari 1 tahun dan mayoritas mengalami gangguan pada akseptor KB di Puskesmal Wangkal Kabupaten Probolinggo(P<0,05). Kesimpulan penelitian ini Adalah semakin besar resiko terjadinya gangguan menstruasi. Oleh karena itu, tenaga Kesehatan perlu memberikan konseling yang tepat mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan sehingga akseptor dapat memahami dan mengantisipasi gangguan menstruasi yang mungkin terjadi.