Penyakit Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis secara rutin. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisis menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Salah satu pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien adalah penerapan Patient-Centered Care (PCC), yaitu pelayanan yang berfokus pada kebutuhan, nilai, dan preferensi pasien. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh penerapan Patient Centered Care (PCC) terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus. Metode penelitian yang kami gunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control grup. Responden yang kami gunakan sebanyak 30 orang dengan dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner kepatuhan, data yang diperoleh dianalisa menggunakan Wilcoxon tes untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan, dan Independent Signed Rank tes digunakan untuk melihat pengaruh penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien. Hasil dari penelitian ini menujukan nilai p > 0.05 pada wilcoxone tes yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kepatuhan pasien sebelum dan sesudah penerapan PCC. Hasil uji independen signed rank tes menunjukan nilai p > 0.05 yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Asembagus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Patient-Centered Care (PCC) belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus.