Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Latihan Mindfulness Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu Preeklamsia Di Puskesmas Pajarakan Kabupaten Probolinggo Dodik Hartono; Mariani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.619

Abstract

Preeclampsia is a collection of symptoms or syndromes that affect pregnant women over 20 weeks of gestation with the main signs being hypertension and proteinuria. Preeclampsia is a multisystem disorder that characteristically affects 2% - 5% of pregnancies and is one of the causes of most maternal and infant deaths. Several risk factors for preeclampsia are caused by maternal age, occupation, parity, gestational age, history of hypertension and education. Mothers who have many risk factors and previously suffered from preeclampsia have a 20% risk of experiencing preeclampsia. The aim of this research is to determine the effect of mindfulness training on reducing blood pressure in preeclamptic women at the Pajarakan Community Health Center, Probolinggo Regency. This research design uses pre-experimental using the one-group pre-post test design method. The total population was 30 respondents with a sampling technique using total sampling with a total of 30 research samples. The measuring tool uses mindfulness therapy SOPs and blood pressure observation sheets. The research results were processed with the help of SPSS 23 for Windows using the Wilcoxon statistical test. The results of the research: Blood pressure in preeclamptic mothers before being given mindfulness training was systolic blood pressure with a mean value of 148.53; median 147.50; SD 5,036; The minimum value is 141 and the maximum value is 159. Meanwhile, the diastolic blood pressure value is 137.77; median 138.00 ; SD 2,800 ; The minimum value is 130 and the maximum value is 142. Meanwhile, the blood pressure results in preeclamptic mothers after being given mindfulness training are systolic blood pressure with a mean value of 90.57; median 91.00 ; SD 3,954; The minimum value is 81 and the maximum value is 96. Meanwhile, the diastolic blood pressure value is 80.90; median 80.00 ; SD 3,680; The minimum score is 70 and the maximum score is 86. There is an effect of mindfulness training on reducing blood pressure in preeclamptic mothers at the Pajarakan Community Health Center, Probolinggo Regency with a value of ρ = 0.000 < α = 0.05.
Pengaruh Inovasi Halo TB Satap Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Di Ruang Pemeriksaan Khusus UPT. Puskesmas Kedungjajang Kabupaten Lumajang Irma Septiani Maulana; Dodik Hartono; Suhari Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.463

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penanganan TBC memerlukan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan berfokus pada pasien. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui inovasi “Halo TB Satap”, yaitu sistem pelayanan satu pintu yang dirancang untuk mempermudah proses pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan pasien TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi Halo TB Satap terhadap tingkat kepuasan pelayanan pada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Sebanyak 32 responden mengalami peningkatan kepuasan, 19 responden tidak mengalami perubahan, dan 1 responden mengalami penurunan kepuasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,959 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan inovasi terhadap peningkatan kepuasan pasien. Peneliti menilai bahwa Inovasi Halo TB Satap dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kepuasan pelayanan, khususnya pada ruang pemeriksaan khusus. Inovasi yang responsif dan terfokus pada kebutuhan pasien dinilai mampu memperbaiki kualitas layanan secara nyata. Inovasi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung program eliminasi TBC.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Ranuyoso Yudhi Anggara Kurniawan; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam; Suhari Suhari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.462

Abstract

Menjadi lansia merupakan salah satu tahap alami dalam siklus kehidupan manusia. Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu dampak dari penuaan yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan pada lansia. Posyandu lansia merupakan program yang bertujuan untuk memantau kesehatan lansia secara efektif, sehingga dapat meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul. Dukungan dari keluarga juga sangat penting dalam meningkatkan motivasi lansia untuk rutin menghadiri posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia sebanyak 62 responden, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan meliputi lembar kuesioner General Self-efficacy Scale (GSES) untuk mengukur self-efficacy, kuesioner modifikasi berdasarkan Nursalam (2019) dan Firdaus (2021) untuk mengukur dukungan keluarga, serta observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho-test. Hasil uji Spearman rho-test menunjukkan nilai ρ-value = 0,000 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga tentang pentingnya kegiatan posyandu lansia dalam memantau kesehatan lansia. Selain itu perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia dalam kegiatan posyandu lansia.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Lansia dengan Frekuensi Keluhan Nyeri Punggung : The Correlation Between Physical Activity Levels of the Elderly and the Frequency of Back Pain Complaints Achmad Fauzi; Marfuah; Erna Handayani; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.213

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta kemandirian mereka. Aktivitas fisik yang teratur diketahui mampu meningkatkan kebugaran, memperkuat otot, dan mengurangi keluhan nyeri, namun masih banyak lansia yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik lansia dengan frekuensi keluhan nyeri punggung di Puskesmas Tekung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan skala nyeri numerik (Numeric Rating Scale). Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden memiliki tingkat aktivitas tinggi dan sedang masing-masing sebanyak 12 responden (34,3%), sedangkan tingkat nyeri sedang juga dialami oleh 12 responden (34,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat aktivitas fisik dengan frekuensi keluhan nyeri punggung (p = 0,000; p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini mendukung teori bahwa aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menurunkan keluhan nyeri, terutama nyeri punggung, melalui peningkatan fleksibilitas dan kekuatan otot. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk mempertahankan aktivitas fisik secara rutin guna menjaga kesehatan muskuloskeletal.
Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke : The Effect of Pelvic Stability Training Therapy on Muscle Strength in Post-Stroke Patients Yuke Ambarwati Putri; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati; Suhari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.214

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik yang dapat menurunkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien. Salah satu intervensi rehabilitatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pasca stroke adalah Pelvic Stability Training, latihan ini berfokus pada kestabilan otot-otot panggul untuk menunjang aktivitas gerak tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training Terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke di Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pasien dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi Pelvic Stability Training, seluruh pasien pasca stroke berada pada kategori kekuatan otot skala 3 (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yaitu sebagian besar berada pada skala 4 (65%). Hasil uji satistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< α = 0,05), ada pengaruh signifikan terapi Pelvic Stability Training terhadap peningkatan kekuatan otot pasien pasca stroke Kesimpulan: Pelvic Stability Training memiliki potensi sebagai intervensi rehabilitatif yang efektif dari program terapi rutin dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir: The Effect of Technology-Based Health Education Using the Sunrise Model Approach on Medication Adherence Among Elderly Hypertensive Patients Participating in the Prolanis Program at the Kunir Community Health Center Masruris Sulton; Dodik Hartono; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas
Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari.: The Effect of DASH Diet Education with Flipchart Media On Hypertension Control in Sumbersari Health Center Ema Permatasari; Rizka Yunita; Suhari; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media Flipchart efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14 dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media flipchart mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.
Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Empati Masyarakat Dalam Perilaku Memanusiakan ODGJ Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Ranuyoso: Factors Influencing Community Empathy in Humanizing the Behavior Toward Shackled People with Mental Disorders (ODGJ) in the Working Area of Ranuyoso Public Health Center Donie Indra Ihwahyudy; Dodik Hartono; R. Endro Sulistyono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.273

Abstract

Latar Belakang: Masih tingginya kasus pemasungan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menunjukkan bahwa empati masyarakat dalam memperlakukan ODGJ secara manusiawi masih perlu ditingkatkan. Berbagai faktor diduga memengaruhi empati tersebut, seperti sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi empati masyarakat dalam perilaku memanusiakan ODGJ pasung di wilayah kerja Puskesmas Ranuyoso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelatif melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 80 responden yang dipilih secara purposive sampling, yaitu masyarakat yang tinggal dekat dengan pasien ODGJ pasung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sosial budaya baik (77,5%), pengetahuan baik (82,5%), penghasilan di bawah UMR (90%), lingkungan baik (77,5%), dan empati tinggi (80%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap empati masyarakat (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan terhadap empati masyarakat (p = 0,000; β = 0,610), yang menunjukkan bahwa lingkungan merupakan faktor dominan. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan secara bivariat memiliki hubungan signifikan dengan empati masyarakat terhadap ODGJ pasung, namun analisis multivariat mengidentifikasi bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa lingkungan yang mendukung memainkan peran dominan dalam membentuk empati masyarakat untuk memperlakukan ODGJ secara lebih manusiawi
The Influence of Peer Group Method of Education on the Knowledge and Motivation of Pregnant Women in Anemia Prevention Mariani Mariani; Dodik Hartono; Siti Nur Hasina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4716

Abstract

Anemia is a nutritional problem that needs attention and is a public health problem in Indonesia. Anemia, which is generally called anemia, is a condition when the body lacks red blood cells or hemoglobin (Hb), where the Hb in the blood is at a level lower than the normal limit. The percentage of pregnant women who experience anemia is 48.9%, this means that around 5 out of 10 pregnant women in Indonesia suffer from anemia. If anemia in pregnant women is not treated, it will result in suboptimal growth and development of the fetus in the womb and has the potential to cause complications in pregnancy and childbirth, even causing maternal death. Objective: This research was conducted to determine "Is there an influence of peer group education on the knowledge and motivation of pregnant women in preventing anemia". This research method uses a pre-experimental design using a one-group pre-post test design method. The population in this study were all pregnant women in the Pajarakan Community Health Center area. The sampling technique used was purpusive sampling, namely selecting samples according to the inclusion criteria, with a sample size of 30 respondents. The data collection instrument uses a questionnaire and validity and reability tests have been carried out with an r table value of 0,747 and cronbach’s alpha 0.757. Analysis uses the Paired simple T-Test. Results The results show that the knowledge and motivation of pregnant women in preventing anemia before and after being given peer group education shows a significant influence where P = 0.000 is smaller than α = 0.005. So that peer group education can be used as a solution to reduce the incidence of anemia in pregnant women.
The Influence Of Positive Emotions On Hypertension Relapse: A Cross-Sectional Study Rizka Yunita; Dodik Hartono
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2025): EDITION NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i3.7575

Abstract

Hypertension has become one of the leading causes of death due to its potential to cause systemic complications. Individuals diagnosed with hypertension must undergo regular treatment and medication because they have a high risk of recurrence. One of the factors influencing this is intrinsic factors such as positive emotions. The purpose of this study is to analyze positive emotions in recurrence symptoms in hypertensive. The study design employed a correlational analysis with a cross-sectional approach. The study population consisted of 98 hypertensive in Karangbong Village, Pajarakan, Probolinggo. The sample size was 79 individuals who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling. Inclusion criteria included patients with hypertension for more than 3 years, with a history of hypertension with systolic blood pressure ? 120 mmHg and diastolic blood pressure ? 80 mmHg. Exclusion criteria included patients with hypertension who had visual and hearing impairments, and complications such as diabetes mellitus, heart disease, and stroke. The positive emotion instrument used the Dispositional Positive Emotions Scale (DPES) questionnaire and the hypertension recurrence symptom questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The findings of the study indicated that most respondents had positive emotions (68%) and hypertension recurrence symptoms (66%). There was a significant correlation between positive emotions and recurrence symptoms in hypertensive patients with a p value of 0.001. Hypertensive patients are prone to recurrence symptoms due to low positive emotions. Respondents are encouraged to manage their emotions to prevent the onset of hypertension recurrence symptoms. Future research is recommended to incorporate psychotherapeutic interventions, such as peer support groups, to further explore their potential impact on the outcomes.