Palipada Palisuri
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bosowa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Nurisma Khadijah; Palipada Palisuri; Ahmad Jumarding
Journal of Economy Business Development Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Economy Business  Development, April 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jebd.v3i1.2553

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PDAM Kabupaten Gowa selama periode 2017–2021 dengan menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan dan evaluasi Break Even Point. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menggambarkan perubahan kinerja keuangan dan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Gowa mengalami peningkatan pendapatan yang stabil, pengelolaan biaya yang efektif, serta pemeliharaan margin kontribusi yang optimal. Selain itu, perusahaan mampu menjaga posisi Break Even Point yang menguntungkan, memberikan ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini juga menemukan bahwa manajemen biaya yang efisien dan penggunaan teknologi informasi yang baik menjadi faktor penting dalam pencapaian keberhasilan ini. Dengan demikian, PDAM Kabupaten Gowa dapat menjadi model dalam pengelolaan keuangan yang berkelanjutan bagi perusahaan daerah lainnya. Saran yang diberikan adalah perlunya penguatan kapasitas kelembagaan dan penerapan teknologi yang lebih inovatif untuk mendukung kelangsungan jangka panjang. This study aims to analyze the financial performance of PDAM Gowa Regency during the period of 2017–2021 using financial ratio analysis and Break Even Point evaluation. The research method employed is descriptive analysis with a quantitative approach to depict changes in financial performance and the factors influencing those changes. The findings indicate that PDAM Gowa Regency experienced stable revenue growth, effective cost management, and the maintenance of an optimal contribution margin. Additionally, the company managed to sustain a favorable Break Even Point, allowing room for further development. This study also reveals that efficient cost management and the proper utilization of information technology are critical factors in this success. Therefore, PDAM Gowa Regency can serve as a model for sustainable financial management in regional public companies. The recommendations include strengthening institutional capacity and the application of more innovative technologies to support long-term sustainability.
Pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi Dan Inflasi Terhadap Tingkat Pengangguran Di Kota Makassar Syafirah Syafirah; Palipada Palisuri; Muhammad Idris
Journal of Economy Business Development Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Economy Business  Development, April 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jebd.v3i1.2888

Abstract

Permasalahan pengangguran merupakan tantangan serius dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Makassar yang mengalami dinamika sosial ekonomi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris hubungan antara jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi terhadap pengangguran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar selama lima tahun terakhir, yakni 2017 hingga 2021. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda yang menguji asumsi klasik serta uji signifikansi simultan dan parsial. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan inflasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Analisis lebih lanjut menyimpulkan bahwa pengangguran di Kota Makassar tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh kombinasi variabel ekonomi dan demografis. Temuan ini menekankan pentingnya formulasi kebijakan daerah yang memperhatikan dinamika kependudukan serta perlunya intervensi terhadap faktor-faktor struktural penyebab pengangguran. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi landasan awal dalam penyusunan program strategis pengurangan pengangguran melalui pendekatan terintegrasi antar sektor. The problem of unemployment is a serious challenge in regional development, especially in urban areas such as Makassar City which experiences complex socio-economic dynamics. This study aims to empirically examine the relationship between population, economic growth, and inflation on unemployment. The type of research used is quantitative descriptive by utilizing secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) of Makassar City for the last five years, namely 2017 to 2021. The data analysis technique was carried out using multiple linear regression that tested classical assumptions and simultaneous and partial significance tests. The results of the analysis show that population and inflation have a positive and significant effect on unemployment, while economic growth does not show a significant effect. Further analysis concludes that unemployment in Makassar City is not only influenced by one single factor, but by a combination of economic and demographic variables. This finding emphasizes the importance of formulating regional policies that pay attention to population dynamics and the need for interventions on structural factors that cause unemployment. Thus, the results of this study can be the initial basis for compiling a strategic program to reduce unemployment through an integrated approach between sectors.
Pengaruh Upah Minimum Kota, Pendidikan, Dan Belanja Bantuan Sosial Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Kota Palopo Olivia Mita; Palipada Palisuri; Muhammad Idris
Journal of Economy Business Development Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Economy Business  Development, April 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jebd.v3i1.3223

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Kota (UMK), tingkat Pendidikan, dan Belanja Bantuan Sosial terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 186 responden yang dipilih secara purposive. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel yang diteliti memiliki rata-rata yang relatif tinggi, mencerminkan persepsi positif responden terhadap kesejahteraan masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Analisis regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 70,7% menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan proporsi besar variasi kesejahteraan masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan UMK, perbaikan kualitas pendidikan, serta optimalisasi belanja bantuan sosial merupakan strategi yang efektif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong pengambil kebijakan untuk memperkuat sinergi ketiga faktor tersebut dalam perencanaan dan implementasi program pembangunan sosial ekonomi. Penelitian ini juga memperkaya kajian empiris terkait determinan kesejahteraan masyarakat pada konteks wilayah perkotaan di Indonesia. This study aims to analyze the influence of City Minimum Wage (UMK), Education Level, and Social Assistance Expenditure on Community Welfare in Palopo City. The research method employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 186 purposively selected respondents. The descriptive analysis results indicate that the studied variables have relatively high averages, reflecting respondents' positive perceptions of community welfare and its influencing factors. Regression analysis reveals that the three independent variables, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on community welfare. The coefficient of determination (Adjusted R Square) of 70.7% demonstrates that the model effectively explains a substantial proportion of the variation in community welfare. These findings suggest that increasing the minimum wage, improving the quality of education, and optimizing social assistance spending are effective strategies in promoting community welfare. The practical implication of this study encourages policymakers to strengthen the synergy of these three factors in planning and implementing socio-economic development programs. This study also contributes to the empirical literature on the determinants of community welfare in the context of urban areas in Indonesia.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Di Kabupaten Pangkep Muh. Riswandi Asis; Palipada Palisuri; Haeruddin Saleh
Journal of Economy Business Development Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Economy Business  Development, April 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jebd.v3i1.3260

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Upah, Produksi, Teknologi, dan Tingkat Pendidikan terhadap Permintaan Tenaga Kerja pada perusahaan industri pakan ternak di Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif untuk menelusuri hubungan kausal antar variabel. Sampel penelitian sebanyak 96 responden dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang mewakili tenaga kerja di delapan perusahaan industri pakan ternak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24 untuk menguji hipotesis baik secara simultan maupun parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, keempat variabel independen, yaitu Tingkat Upah, Produksi, Teknologi, dan Tingkat Pendidikan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap Permintaan Tenaga Kerja. Secara simultan, keempat variabel juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor ekonomi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan dinamika permintaan tenaga kerja di sektor industri pakan ternak. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi pengambil keputusan di tingkat perusahaan maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang relevan, serta menjadi kontribusi empiris dalam pengembangan literatur ketenagakerjaan di sektor agribisnis. This study aims to analyze the effect of Wage Level, Production, Technology, and Education Level on Labor Demand in animal feed industry companies in Bone Regency, Indonesia. The research employed a quantitative approach with an associative design to examine the causal relationships between variables. A total of 96 respondents were selected using purposive sampling, representing the workforce in eight animal feed industry companies. Data collection was carried out through questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis utilized multiple linear regression assisted by SPSS version 24 to test the hypotheses both simultaneously and partially. The findings indicate that, partially, all four independent variables—Wage Level, Production, Technology, and Education Level—have a positive and significant influence on Labor Demand. Simultaneously, these four variables also demonstrate a significant impact on the dependent variable. These results highlight that a combination of economic factors, technology, and human resource quality substantially determines the dynamics of labor demand in the animal feed industry sector. The implications of this study can serve as a reference for decision-makers at the company and regional government levels in formulating relevant labor policies, as well as providing empirical contributions to the development of labor-related literature in the agribusiness sector.