Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Kristen terhadap toleransi siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YAPIM Biru-Biru Delitua. Kompetensi sosial guru dalam penelitian ini meliputi kemampuan berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati, membangun hubungan yang baik dengan siswa, menghargai perbedaan, bekerja sama, memberikan keteladanan, serta menciptakan suasana pembelajaran yang harmonis. Sementara itu, toleransi siswa mencakup kemampuan menghargai perbedaan pendapat, menghormati orang lain, menerima keberagaman, bekerja sama, menjaga kerukunan, serta menghindari tindakan diskriminatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Variabel penelitian terdiri atas kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Kristen sebagai variabel bebas (X) dan toleransi siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 14 siswa kelas XI Kristen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YAPIM Biru-Biru Delitua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada responden. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi siswa berada pada kondisi yang baik dengan nilai rata-rata sebesar 90,21, nilai tertinggi 100, nilai terendah 78, median 94, modus 100, dan standar deviasi 7,70. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peranan penting dalam mendukung terbentuknya sikap toleransi siswa melalui komunikasi, empati, keteladanan, penghargaan terhadap perbedaan, dan hubungan sosial yang harmonis. Dengan demikian, kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu faktor yang mendukung perkembangan sikap toleransi siswa di lingkungan sekolah.