This Author published in this journals
All Journal Koneksi
Marvella Marvella
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Pendidikan Seksual Remaja pada Film Dua Garis Biru (Analisis Semiotika Roland Barthes) Marvella Marvella; Sisca Aulia
Koneksi Vol. 10 No. 2 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i2.36278

Abstract

Film can be a visual medium that can be a source of entertainment and education for the public. The film industry is one of the most sought-after industries. This study examines the urgency of adolescent sex education depicted in the Indonesian film Dua Garis Biru through Roland Barthes semiotic analysis. The purpose of this research is to explore how visual and verbal signs in the film convey moral values, social awareness, and responsibility related to adolescent sexual behavior. Using a qualitative descriptive method with Roland Barthes semiotic approach, the researcher conducted non participant observation, interviews, and documentation to analyze specific scenes that symbolize issues of sex education among teenagers. Through these observations, the researcher identified visual symbols and character expressions that deliver messages about the consequences of sexual behavior at a young age. Supporting data were obtained from online articles and journals discussing film analysis, communication studies, and adolescent sexuality. The findings indicate that Dua Garis Biru portrays the urgency of sex education the importance of parental roles, educational institutions, emotional maturity, and awareness of the consequences of premarital sexual relationships. The film serves as a medium that reinforces the importance of open, ethical, and culturally sensitive sex education for Indonesian youth. Film dapat menjadi salah satu bentuk media visual yang dapat menjadi sarana hiburan dan pembelajaran bagi masyarakat. Dunia perfilman menjadi salah satu industri yang banyak diminati. Penelitian ini mengkaji tentang urgensi pendidikan seksual remaja yang ditampilkan pada film Dua Garis Biru melalui analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana tanda-tanda visual dan verbal pada film dalam menyampaikan nilai moral, kesadaran sosial, dan tanggung jawab terkait perilaku seksual remaja. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, dimana peneliti melakukan observasi non partisipan, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis adegan-adegan tertentu yang menyimbolkan isu pendidikan seksual pada remaja. Melalui observasi ini, peneliti mengidentifikasi simbol visual serta ekspresi tokoh yang memuat pesan tentang konsekuensi dari perilaku seksual pada usia remaja. Data pendukung diperoleh dari artikel dan jurnal online yang membahas analisis film, kajian komunikasi, dan seksualitas remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Film Dua Garis Biru menggambarkan urgensi pendidikan seksual sebagai bentuk pembinaan moral dan emosional bagi remaja. Film ini menekankan pentingnya peran orangtua, instansi pendidikan, kedewasaan emosional, dan kesadaran terhadap konsekuensi hubungan seksual pranikah. Film ini menjadi media yang menegaskan pentingnya pendidikan seksual yang terbuka, etis, dan sensitif terhadap budaya bagi remaja di Indonesia.