Advances in digital technology have transformed the way younger generations build relationships and communicate, including through virtual spaces in online games. This study examines the phenomenon of virtual relationships in interpersonal communication among Gen Z players who use the Indo Voice Roblox map. The purpose of this study is to explain the process by which closeness is formed in digital communication, which opens opportunities for players to express themselves, build trust, and make sense of social relationships virtually. The theoretical framework draws on DeVito’s five elements of interpersonal communication: openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. This study employs a qualitative approach using a phenomenological methodology through in-depth interviews with five Gen Z players who use voice chat, as well as expert interviews. The results show that communication via voice chat is perceived as a comfortable, spontaneous, and non-judgmental space for interaction. These interactions foster a sense of connection and emotional closeness without the need for face-to-face meetings. The findings indicate that the five elements of interpersonal communication consistently emerge in conversations and promote an atmosphere of equality in communication. The virtual relationships formed have a positive impact on players’ self-confidence and social skills in real life. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda membangun hubungan dan berkomunikasi, termasuk melalui ruang virtual dalam game online. Penelitian ini membahas fenomena relasi virtual dalam komunikasi interpersonal di kalangan pemain Gen Z pengguna map Indo Voice Roblox. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses terbentuknya kedekatan dalam komunikasi digital yang membuka peluang bagi pemain untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan, serta memaknai hubungan sosial secara virtual. Landasan teori menggunakan lima elemen komunikasi interpersonal menurut DeVito yang mencakup keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap lima informan pemain Gen Z pengguna voice chat serta wawancara ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi melalui voice chat dipahami sebagai ruang interaksi yang nyaman, spontan, dan tidak menghakimi. Interaksi membentuk rasa keterhubungan dan kedekatan emosional tanpa harus bertemu langsung. Temuan menunjukkan bahwa lima elemen komunikasi interpersonal muncul konsisten dalam percakapan dan mendorong suasana komunikasi yang setara. Relasi virtual yang terjalin berdampak pada peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi pemain di kehidupan nyata.