Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Remaja Tangguh Bebas Anemia: Inovasi Program Asuhan Holistik Berbasis Sekolah di SMAN 9 Kota Cirebon Yeni Fitrianingsih; Rinela Padmawati; Nina Nirmaya Mariani; Herni Kurnia; Rani Widiyanti Suryaatmaja; Suratmi Suratmi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26056

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, namun rentan mengalami anemia gizi besi akibat pertumbuhan pesat, menstruasi, dan pola makan yang kurang seimbang. Remaja di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon menghadapi keterbatasan pengetahuan gizi dan minimnya ruang edukasi kesehatan yang berkesinambungan dalam pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan inovasi asuhan holistik untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku pencegahan anemia pada remaja di SMAN 9 Kota Cirebon. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi gizi dan anemia, skrining status gizi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan produk hilirisasi penelitian berupa minuman fungsional berbahan daun ubi jalar, pembentukan kelompok sebaya (peer educator), serta penguatan peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X SMAN 9 Kota Cirebon berjumlah 59 orang. Hasil skrining awal menunjukkan status gizi (IMT) normal pada 43 orang (73%), tekanan darah normal pada 30 orang (51%), dan kadar hemoglobin normal pada 42 orang (71%), sedangkan 30 siswa dengan kadar hemoglobin di bawah normal diberikan minuman fungsional ubi jalar selama dua minggu dan 29 siswa dengan kadar hemoglobin normal diberikan TTD sebagai upaya pencegahan. Kelompok peer educator berhasil dibentuk dari anggota Palang Merah Remaja dan siswa terpilih, disertai peningkatan keterlibatan aktif sekolah dan keluarga dalam pendampingan. Kegiatan ini disimpulkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam pencegahan anemia serta membangun model asuhan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah kerja puskesmas lain.