Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI AYAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN MENYUSUI DI PMB ELIYANTI, KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2020 Nina Nirmaya Mariani; Suratmi Suratmi
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 Desember (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.666 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2 Desember.681

Abstract

Breast milk (ASI) is the best food for babies during the first 6 months of their life because breast milk provides essential nutrients for infant growth and development. The facts in the real life are that the exclusive breastfeeding program has not been able to run as expected. The husband's role in breastfeeding will be successful if it is based on knowledge of the importance of breastfeeding. This community service aims to increase the coverage of breastfeeding so that every baby can achieves the normal stages of growth and development. The target in this community service activity is fathers who have babies aged 0-6 months in the work area of PMB Eliyanti, Amd.Keb, Kuningan Regency. The method of implementation is face-to-face and discussions using health protocols, either in groups or individually. The class of pregnant women so that the father can support the success of breastfeeding. The result of this activity is the increasing in knowledge both about breastfeeding and the role of fathers. It is hoped that the father can be involved in the program.
Midwifery Perspectives on Maternal Nutritional Barriers in Stunting-Prone Areas: A Qualitative Thematic Analysis Yeni Yeni Fitrianingsih; Nina Nirmaya Mariani; Suratmi Suratmi; Priyo Sulistiyono
Journal of Nutrition Explorations Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v4i3.748

Abstract

Inadequate maternal nutrition during pregnancy directly triggers chronic malnutrition and stunting, severely impacting fetal development and long-term cognitive growth. This study aims to explore the socioeconomic and cultural barriers to adequate nutritional intake among pregnant women in stunting-prone urban areas and to identify integrated solutions. A convergent parallel mixed-methods design was conducted in Cirebon City, Indonesia. Quantitative data from 42 pregnant women selected via purposive sampling a sample size adequate for thematic saturation in this localized context were collected via questionnaires and analyzed using descriptive statistics. Concurrently, qualitative insights were gathered through semi-structured in-depth interviews and analyzed using inductive thematic analysis. Economic constraints emerged as the primary barrier, with 64.3% of families living below the regional minimum wage. Cultural traditions, including specific food taboos and early marriage, further compromised dietary quality. While maternal nutritional awareness was moderate (71.4%), the quality of counselling provided by local health workers remained suboptimal and irregular. Maternal malnutrition in stunting-prone urban areas is deeply rooted in structural economic limitations and reinforced by cultural practices. Addressing this requires localized policy interventions that combine economic safety nets with culturally tailored nutritional education from healthcare providers.
Remaja Tangguh Bebas Anemia: Inovasi Program Asuhan Holistik Berbasis Sekolah di SMAN 9 Kota Cirebon Yeni Fitrianingsih; Rinela Padmawati; Nina Nirmaya Mariani; Herni Kurnia; Rani Widiyanti Suryaatmaja; Suratmi Suratmi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26056

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, namun rentan mengalami anemia gizi besi akibat pertumbuhan pesat, menstruasi, dan pola makan yang kurang seimbang. Remaja di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon menghadapi keterbatasan pengetahuan gizi dan minimnya ruang edukasi kesehatan yang berkesinambungan dalam pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan inovasi asuhan holistik untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku pencegahan anemia pada remaja di SMAN 9 Kota Cirebon. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi gizi dan anemia, skrining status gizi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan produk hilirisasi penelitian berupa minuman fungsional berbahan daun ubi jalar, pembentukan kelompok sebaya (peer educator), serta penguatan peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X SMAN 9 Kota Cirebon berjumlah 59 orang. Hasil skrining awal menunjukkan status gizi (IMT) normal pada 43 orang (73%), tekanan darah normal pada 30 orang (51%), dan kadar hemoglobin normal pada 42 orang (71%), sedangkan 30 siswa dengan kadar hemoglobin di bawah normal diberikan minuman fungsional ubi jalar selama dua minggu dan 29 siswa dengan kadar hemoglobin normal diberikan TTD sebagai upaya pencegahan. Kelompok peer educator berhasil dibentuk dari anggota Palang Merah Remaja dan siswa terpilih, disertai peningkatan keterlibatan aktif sekolah dan keluarga dalam pendampingan. Kegiatan ini disimpulkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam pencegahan anemia serta membangun model asuhan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah kerja puskesmas lain.