Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Ibu Hamil Berisiko Kekurangan Energi Kronis melalui Edukasi Gizi Sensitif Budaya sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Gizi Maternal Silvia Widyani Heriyanti; Ratna Suminar; Siti Fatimah; Ayu Cindy Roihan; Ria Oktapiani
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25904

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi, praktik pantangan makanan, serta kuatnya pengaruh budaya dalam pemenuhan gizi selama kehamilan. Kondisi ini memerlukan pendekatan edukasi yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi maternal pada ibu hamil berisiko KEK melalui edukasi gizi sensitif budaya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 26 Juni 2026 di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Sasaran kegiatan adalah 15 ibu hamil berisiko KEK dan 10 kader Posyandu. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan kader, pendampingan menggunakan modul dan leaflet edukasi berbasis budaya, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan berlangsung dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan ibu hamil dari 61% pada pre-test menjadi 86% pada post-test atau meningkat sebesar 25%. Selain itu, kader Posyandu mampu memanfaatkan media edukasi sebagai sarana pendampingan ibu hamil. Pendekatan edukasi yang mengintegrasikan nilai budaya lokal terbukti memudahkan peserta memahami materi dan meningkatkan keterlibatan keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi selama kehamilan. Edukasi gizi sensitif budaya efektif meningkatkan pengetahuan gizi maternal pada ibu hamil berisiko KEK serta memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam memberikan pendampingan. Program ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan Posyandu secara berkelanjutan dan direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik sosial budaya yang serupa.