Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kuresif 2.0 Barcode Technology to Improve Maternal Knowledge and Attitudes Regarding Complementary Feeding Ratna Suminar; Henri Setiawan; Fatmawati Karim; Widya Maya Ningrum
Genius Journal Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i1.370

Abstract

Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of Kuresif 2.0: Barcode in enhancing mothers’ knowledge and attitudes regarding complementary feeding rich in animal protein. Method: A quasi-experimental design was employed, utilizing a pretest-posttest control group framework. The sample consisted of 100 mothers of toddlers, divided into 50 in the control group and 50 in the intervention group, selected through total sampling. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Test and Cohen’s d for effect size. A questionnaire served as the research instrument. Results: The findings indicate that Kuresif 2.0: Barcode significantly improved mothers’ knowledge and attitudes regarding complementary feeding rich in animal protein. The knowledge variable exhibited a t-value of -17.955, with a p-value less than 0.001, indicating a highly significant increase in knowledge. Cohen’s effect size for knowledge was calculated at 0.7, suggesting a moderate impact of the intervention. For attitudes, the t-value was -19.298, also with a p-value less than 0.001, confirming a significant influence of the intervention. The effect size for attitudes, represented by Cohen’s d, was 0.4, indicating a small to moderate effect of the intervention on maternal attitudes. Conclusion: Kuresif 2.0: Barcode significantly enhanced mothers’ knowledge, demonstrating a stronger effect than on attitudes. These results underscore the importance of implementing structured interventions to foster improved knowledge and attitudes among mothers related to complementary feeding practices.
Ethnomedicine Study in Enhancing Women’s Reproductive Health Ririn Lestari; Arifah Septiane Mukti; Ratna Suminar
Genius Journal Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i1.373

Abstract

Objective: The aim of this research is to analyze the number and variety of uses of medicinal plants in improving reproductive health in Sukamulya Village as local community wisdom in medicine (ethnomedicine). Method: A descriptive qualitative research method using an ethnographic approach to document and analyze the practice of using medicinal plants in ethnomedicine in Sukamulya Village, Ciamis, using data collection techniques through in-depth interviews and participant observation. The research participants consisted of cadres and individuals who actively used traditional medicine. Result: Research results show that the most commonly used medicinal plants for reproductive health include fennel pulosari, cinnamon, and black cumin to reduce menstrual pain; rambusa flowers, pomegranate skin, papaya leaves, and betel leaves to reduce heavy bleeding during menstruation; bitter leaves, castor leaves, galangal, turmeric, and Mahkota dewa to regulate the menstrual cycle; and gardenia leaves and papaya leaves are often used in traditional medicine to stimulate delayed menstruation. The use of these plants is not only medicinal but also reflects cultural values ​​and traditional beliefs. Conclusion: The people of Sukamulya Village, Ciamis Regency, apparently have knowledge about medicinal plants because they usually use various types of plants as medicinal ingredients. There are around 14 species from 11 families that are known and used by the public to cure various reproductive health diseases.
Penggunaan Kalkulating (Kalkulator Deteksi Stunting) Untuk Peningkatan Parental Feeding Style Suminar, Ratna; Lestari, Ririn; Ningrum, Widya Maya; Heriyanti, Silvia Widyani; Setiawan, Henri; Karim, Fatmawati
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 2 (2024): JKP DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i2.1001

Abstract

Latar belakang: Terjadi peningkatan angka prevalensi stunting di Kabupaten Ciamis sebesar 0,57% dari 3,4% menjadi 3,97%. Berdasarkan evaluasi intervensi spesifik Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, kesalahan pola asuh dan pola makan anak masih menjadi penyebab terjadinya stunting di ciamis, disertai faktor lain. Kalkulator deteksi stunting menawarkan solusi di ruang digital untuk memperbaiki pola pemberian makan/ parental feeding style.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas Kalkulating terhadap peningkatan parental feeding style.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quassy eksperiment design dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest berdasarkan teknik pengambilan sampel total, subjek penelitian terdiri dari 41 kelompok kontrol dan 41 kelompok intervensi yang terdiri dari ibu balita. Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan dan uji-t independen, istrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalkulating secara efektif meningkatkan parental feeding style secara signifikan dengan perbandingan parameter antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menghasilkan perbedaan rata-rata 0,7 (SD = 1,5) dengan kesalahan rata-rata standar 0,2. Interval kepercayaan (CI) 95% untuk perbedaan berkisar antara 0,4 hingga 1,0, menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata sebenarnya kemungkinan berada dalam kisaran ini. Uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok (t = 4,2, p < 0,001). Ukuran efeknya besar (1,47), menunjukkan dampak substansial dari intervensi relatif terhadap kelompok kontrol. Ini menyoroti signifikansi praktis intervensi yang kuat.Kesimpulan: Kalkulating berhasil meningkatkan parental feeding style, Perlu ada replikasi agar semakin banyak ibu yang mendapat manfaat dari Kalkulating.
Pengaruh Pijat Oketani Sebagai Upaya Pencegahan Bendungan ASI Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti; Ratna Suminar; Siti Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.122

Abstract

Berdasarkan data dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), pada tahun 2019, ada 107.654 ibu nifas di 10 negara ASEAN termasuk Indonesia yang mengalami bendungan ASI. Pada tahun 2020, 66,87% dari ibu nifas di kawasan tersebut mengalami bendungan ASI, dan pada tahun 2021, persentase meningkat menjadi 71,1%, dengan Indonesia mencatatkan angka tertinggi sebesar 37,12% (Solihah et al., 2023). Penanganan bendungan ASI dapat dilakukan dengan metode farmakologi dan non-farmakologi. (Lova, 2021). Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mencegah terjadinya bendungan ASI terhadap ibu menyusui. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan pre test dan post test. Dalam penelitian ini sampel satu grup intervensi. Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil uji test independent menunjukkan adanya perbedaan yang sangat jauh antara kedua kelompok responden, dengan nilai p=0.000 dan nilai hitung table lebih besar (6.006 lebih besar dari 2.042,30) dengan selisih rata-rata 1.750 gejala. Tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan ialah penerbitan jurnal dan HAKI pada tahun yang sama.
Menggali Perspektif Stakeholder: Pengembangan Partograf Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan Widya Maya Ningrum; Soetrisno Soetrisno; Sri Mulyani; Siti Rohmah; Ratna Suminar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.409

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Implementasi Deteksi Tumbuh Kembang Digital Dengan Model Sistem Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Cerdas Skala Rumah Tangga Untuk Pencegahan Stunting Di desa Jajawar Kota Banjar Asri Aprilia Rohman; Arifah Septiane Mukti; Ratna Suminar; Anisa Puspitasari
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22010

Abstract

Mitra dalam program pengabdian ini adalah Kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kahuripan yang berada di Desa Jajawar, Kota Banjar, Jawa Barat. Kedua mitra memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan balita dan penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pekarangan. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi: kapasitas kader yang masih terbatas dalam deteksi dini stunting, penggunaan metode manual yang berisiko salah interpretasi, rendahnya variasi pangan bergizi di tingkat rumah tangga, serta belum optimalnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan. Rencana kegiatan disusun untuk menjawab permasalahan tersebut melalui kombinasi solusi berbasis teknologi dan pemberdayaan, yaitu: (1) implementasi Kalkulator Deteksi Stunting untuk meningkatkan akurasi skrining pertumbuhan; (2) pelatihan kader dalam edukasi gizi, PHBS, dan komunikasi kesehatan; (3) pengembangan Pekarangan Gizi Keluarga dengan sistem pertanian cerdas; (4) pembangunan bioflok ikan sebagai sumber protein hewani; serta (5) pembuatan dan pengembangan produk PMT lokal berbasis pangan lokal.Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi keberlanjutan. Seluruh kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa lintas disiplin (Keperawatan, Kebidanan, dan Agribisnis) untuk memastikan ketepatan teknis serta keberlanjutan praktik di lapangan.Target luaran yang ingin dicapai antara lain: meningkatnya kapasitas kader dalam deteksi digital dan edukasi kesehatan, terwujudnya 20 pekarangan gizi aktif, berfungsinya dua unit bioflok, terciptanya minimal empat produk PMT lokal, peningkatan konsumsi pangan bergizi keluarga, serta terbangunnya model integratif deteksi tumbuh kembang dan pertanian cerdas sebagai upaya pencegahan stunting. Selain itu, program ini menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah populer, video kegiatan, poster edukasi, dan dokumentasi JKEM mahasiswa.