Minyak jelantah merupakan limbah cair dari proses penggorengan berulang yang dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi kesehatan serta mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Di sisi lain, minyak jelantah masih memiliki potensi ekonomi melalui pengolahan menjadi produk baru yang lebih bermanfaat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci ramah lingkungan bagi kelompok Generasi Z melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung. Metode yang digunakan merupakan Participatory Action Learning System (PALS) yang melibatkan peserta secara aktif melalui tahapan persiapan, edukasi, praktik pembuatan sabun, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test menggunakan gain score. Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 peserta pelajar dan mahasiswa di Kelurahan Kambu, Kota Kendari. Materi edukasi meliputi bahaya minyak jelantah terhadap kesehatan, dampak pencemaran lingkungan, konsep ekonomi sirkular, serta langkah-langkah pembuatan sabun melalui proses saponifikasi menggunakan NaOH dan eco-enzim. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan, dengan gain score 0,89 pada aspek bahaya minyak jelantah dan 0,83 pada aspek pencemaran lingkungan, sedangkan pemahaman inovasi produk mencapai gain score 0,87. Program ini berkontribusi dalam peningkatan kesadaran dan praktik pengelolaan limbah, penguatan literasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini mendukung implementasi tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 yaitu esponsible Consumption and Production Kata kunci: minyak jelantah; Generasi Z; saponifikasi; literasi lingkungan, ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat