Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan karena adanya masalah dalam pengelolaan kelas dan perbedaan kemampuan belajar siswa di Sanggar Bimbingan (SB) At- Tanzil Kampung Lindungan, Selangor, Malaysia. Sanggar ini adalah lembaga pendidikan nonformal yang memberikan pengajaran kepada anak-anak pekerja migran Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra meliputi ketidakseimbangan antara jumlah guru dan siswa, kemampuan literasi siswa yang masih rendah, kesulitan guru dalam mengelola emosi, serta penerapan manajemen kelas berbasis karakter dan pertumbuhan peserta didik yang belum berjalan optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat kemampuan guru melalui psikoedukasi tentang manajemen kelas yang berdasarkan pada kepribadian dan perkembangan siswa, serta meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan mental dan dukungan dari teman sebaya. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi, diskusi dua arah, serta focus group discussion (FGD) sebagai bentuk evaluasi kualitatif. Aktivitas dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu mengenali kebutuhan, membuat materi, melakukan pelatihan tentang pengelolaan emosi dan metode belajar antar sesama guru, serta menyampaikan informasi tentang kesehatan mental kepada siswa. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para guru semakin memahami cara mengelola emosi dan menggunakan strategi pembelajaran yang berlandaskan keaksaraan. Selain itu, siswa juga lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mendapatkan dukungan dari teman sebaya. Secara kualitatif, program ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan guru dalam mengelola kelas dan membangun iklim belajar yang lebih suportif. Karena itu, psikoedukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra terbukti membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sanggar bimbingan.