Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang sering terjadi dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, biaya perawatan, serta penurunan kualitas hidup pasien. Peningkatan kompetensi perawat dalam pengkajian, deteksi dini, dan manajemen luka menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Namun, masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam perawatan luka berbasis bukti di beberapa fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang terstruktur dan kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi perawat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam pengkajian serta deteksi dini ulkus kaki diabetik melalui program pelatihan perawatan luka berbasis kolaborasi internasional antara Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat dan International Islamic University Malaysia. Metode kegiatan dilakukan melalui workshop dan pelatihan interaktif yang melibatkan ceramah, diskusi kasus, simulasi klinis, serta praktik langsung (hands-on practice). Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Sebanyak 63 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas perempuan (84,1%), berpendidikan diploma (66,7%), dan berperan sebagai staf perawat (63,5%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 29 peserta (46%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, 20 peserta (32%) mengalami penurunan, dan 14 peserta (22%) tidak mengalami perubahan. Secara deskriptif, pelatihan ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kompetensi peserta. Program pelatihan kolaboratif internasional berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kapasitas perawat dalam perawatan luka berbasis bukti.