Haryanto
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional dalam Peningkatan Kinerja Perawat Rumah Sakit Jiwa: Scoping Review Urai Zulfikar; Suriadi Jais; Wida Kuswida Bhakti; Ramadhaniyati; Haryanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fw5z8y88

Abstract

Penerapan gaya kepemimpinan transformasional di rumah sakit jiwa menjadi penting dalam meningkatkan kinerja perawat, yang pada gilirannya berdampak pada kualitas perawatan pasien. Gaya kepemimpinan ini, yang menekankan pada pemberdayaan, motivasi, dan pengembangan individu, diharapkan dapat memperbaiki komunikasi, kolaborasi tim, serta kepuasan kerja perawat. Namun, penerapannya sering dihadapkan pada berbagai faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dengan melakukan scoping review terhadap literatur yang relevan. Pencarian dilakukan secara sistematis pada basis data seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan fokus pada perawat di rumah sakit jiwa, penerapan gaya kepemimpinan transformasional, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Dari total 2.945 artikel yang teridentifikasi, sebelas artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan manajerial yang kuat, pelatihan kepemimpinan yang tepat, dan budaya organisasi yang mendukung. Sementara itu, faktor penghambat meliputi resistensi terhadap perubahan, kurangnya sumber daya, dan ketidakjelasan peran kepemimpinan dalam struktur organisasi. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan pelatihan kepemimpinan, peningkatan keterlibatan manajerial, dan perbaikan budaya organisasi untuk memaksimalkan penerapan gaya kepemimpinan transformasional dalam rumah sakit jiwa.
Tantangan dan Hambatan dalam Penggunaan Sistem Handover Digital untuk Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit: Scoping Review Hairul; Suriadi Jais; Supriadi; Haryanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9n34f758

Abstract

Sistem handover yang efektif sangat vital untuk menjaga keselamatan pasien di rumah sakit. Seiring berkembangnya teknologi, banyak rumah sakit yang mulai mengadopsi sistem handover berbasis digital, seperti Electronic Medical Records (EMR), dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan akurasi komunikasi antar tenaga medis. Walaupun sistem ini memiliki potensi yang signifikan, penerapannya sering kali dihadapkan pada sejumlah tantangan dan hambatan, khususnya dari perspektif perawat sebagai pengguna utama. Penelitian ini bertujuan untuk menggali tantangan dan hambatan yang dihadapi perawat dalam penggunaan sistem handover digital, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasinya. Untuk itu, dilakukan scoping review terhadap literatur yang relevan, dengan pencarian sistematis pada basis data PubMed dan Scopus, fokus pada populasi perawat di rumah sakit, konsep sistem handover digital, serta konteks tantangan dan hambatan yang dihadapi. Dari total 2.761 artikel yang teridentifikasi, sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam mengintegrasikan sistem digital dengan alur kerja yang ada, keterbatasan keterampilan digital di kalangan perawat, dan meningkatnya beban kognitif selama proses handover. Hambatan lain yang ditemukan adalah masalah teknologi dan infrastruktur yang tidak memadai, kurangnya partisipasi perawat dalam desain sistem, serta rendahnya dukungan manajerial. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan digital yang lebih baik, keterlibatan perawat dalam proses desain, dan penguatan infrastruktur teknologi guna memaksimalkan manfaat sistem handover digital dalam meningkatkan keselamatan pasien.