Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar PKN Berbasis Gamifikasi untuk Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara pada Generasi Alpha di Sekolah Dasar Nina Nabila; Flora Qiara Amanda Ramadhani; Ida Ida; Haris Dwi Juniansyaha; Ananda Setiawan; Preti Putri Umiarti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya teknologi di era globalisasi melahirkan Generasi Alpha yang digital, namun memicu krisis budaya akibat maraknya adopsi budaya luar yang mengikis semangat nasionalisme dan kesadaran bela negara. Oleh karena itu, penelitian kualitatif dengan metode studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan konsep pengembangan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis gamifikasi sebagai instrumen adaptif di Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen gamifikasi dalam bahan ajar PKn menjadi strategi dasar yang efektif melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, yang mampu menyaring dampak negatif informasi asing sekaligus membentengi karakter bela negara Generasi Alpha sejak dini.
Transformasi Pembelajaran Konsep Dasar IPS Sekolah Dasar: Dari Konvensional Menuju Blended Learning Pasca Pandemi (Tantangan an Peluang) Radi Romansah; Tahza Cahyani; Ananda Setiawan; Rista Rista; Miranda Miranda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memaksa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD) beralih mendadak dari tatap muka konvensional menuju pembelajaran jarak jauh, lalu berkembang menjadi model blended learning pada masa pasca pandemi. Artikel ini bertujuan menganalisis proses transformasi tersebut beserta tantangan dan peluangnya, menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah jurnal ilmiah dan kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning membuka peluang berupa fleksibilitas belajar, penguatan literasi digital, dan variasi sumber belajar IPS, namun masih dihadapkan pada tantangan kesenjangan infrastruktur, kompetensi digital guru, kesiapan siswa dan orang tua, serta penyesuaian kurikulum dan asesmen. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, pelatihan guru, hingga dukungan sarana prasarana di satuan pendidikan.