Filsafat pendidikan Islam dapat didefinisikan sebagai kajian tentang berbagai masalah yang terkandung dalam dinamika ilmu pendidikan berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadits sebagai sumber utama dan pendapat para ahli hadits sumber kedua. Filsafat Pendidikan Islam menjadi konsep berpikir tentang pendidikan berdasarkan ajaran islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seutuhnya kepribadian yang dijiwai oleh ajaran Islam. Dengan mempelajari pendidikan Islam filsafat berarti memasuki yang mendasar, sistematis, logis, dan universal arena pemikiran yang bersumber dari ajaran Islam. Peranan filsafat dalam pendidikan Islam disatukan oleh sebuah tujuan yang sama, yakni pencarian kebenaran. Namun meskipun sama antara keduanya ada juga perbedaannya. Filsafat lebih kepada rasio sedangkan pendidikan Islam merupakan pendidikan pada umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelektual), dan jasmani anak- anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. Atau suatu pimpinan jasmani dan rohani menuju kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan arti yang sesungguhnya. Jadi peranan filsafat dalam pendidikan Islam dibutuhkan karena yang namanya manusia tidak terlepas yang namanya berfikir untuk mencari pengetahuan yang logis yang nantinya suatu teori filsafat tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenaran, teori filsafat ini termasuk teori ilmu yang juga harus kita kaji. pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efesien. Dalam pendidikan Islam menghadapi krisis yang berpangkal pada empat hal, yaitu lemahnya visi, penekanan pada kesalehan individual sehingga menyebabkan ketertinggalan teknologi, keilmuan yang dikotomis, dan pola pikir normatif-deduktif, dari keempat hal tersebut haruslah dicari jalan ke luarnya sehingga umt dan pendidikan Islam dapat mengalami perkembangan, kemajuan, dan kejayaan. Problematika pendidikan Islam didekati dengan kerangka berfikir segitiga hadharah. Dari pengembangan konseptual tersebut dengan tujuan bisa berubah menjadi pendidikan Islam yang visioner, integratif-interkonektif, non dikotomis dan bisa menjawab isu-isu kontemporer, di sinilah yang dimaksud dalam pendidikan yang menyebabkan umat Islam mengalami kemajuan peradaban. Prinsip-prinsip tersebut dirajut dalam suatu konsep pendidikan Islam yang berkemajuan dan berperadaban ( pendidikan hadhari). Oleh kerena itu, penelitian ini memadukan antar jenis penelitian falsafah dengan penelitian pendidikan. Penelitian falsafah dimaksudkan untuk mengkaji pemikiran tokoh beserta konep pendidikannya. Objek formalnya adalah buah pikiran filsuf tersebut yang diketahui.