Ridho Bayu Saputro
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Karakter Patriotik pada Novel Tanah Para Bandit Karya Tere Liye Menurut Perspektif Louis J. Halle Kadaryati Kadaryati; Ridho Bayu Saputro; Jannata Annisa Azizah; Najwatul Auliah; Nur Baeti
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i3.8967

Abstract

This study aims to describe the representation of patriotic character in Tere Liye’s novel Tanah Para Bandit using Louis J. Halle’s theory, which includes four main dimensions: loyalty, sacrifice, civic responsibility, and moral integrity. The research employed a qualitative descriptive approach with content analysis techniques applied to narrative excerpts, dialogues, and character actions. The results show that patriotic values are strongly reflected in the main character, who is portrayed as principled, self-sacrificing, and highly aware of the nation’s welfare. The element of loyalty appears in the protagonist’s commitment to social justice. Sacrifice is evident in the courage to face danger for the sake of the oppressed. Civic responsibility is expressed through the character’s moral conduct and social solidarity, while moral integrity emerges in the unwavering stance for truth and justice. In conclusion, Tanah Para Bandit represents a modern form of patriotism rooted not only in nationalism but also in moral and social consciousness. These values make the novel suitable as literary teaching material for senior high school students, as it fosters a sense of national pride and civic responsibility.
Representasi Kultural Patriarki dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah Karya Rony Irawan: Analisis Teks Budaya dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA Ridho Bayu Saputro; Umi Faizah; Joko Purwanto
Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2026): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v10i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kultural patriarki dalam film Air Mata di Ujung Sajadah karya Rony Irawan serta menelaah relevansinya sebagai bahan ajar sastra di tingkat SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dengan perspektif budaya, yang memosisikan film sebagai teks multimodal yang merepresentasikan konstruksi sosial dan ideologi gender. Data penelitian berupa dialog, adegan, dan unsur visual yang merepresentasikan relasi kuasa patriarkal, dikumpulkan melalui teknik menonton dan pencatatan data. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori patriarki Sylvia Walby, yang difokuskan pada empat struktur patriarki, yaitu produksi rumah tangga, budaya, pekerjaan berbayar, dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriarki dalam film ini bekerja secara sistemik dan terlembaga melalui legitimasi moral keluarga, norma budaya, otoritas institusional, serta kontrol atas reproduksi, yang secara konsisten menghapus agensi keibuan tokoh Aqilla. Patriarki direpresentasikan tidak melalui kekerasan fisik yang eksplisit, melainkan melalui kekerasan simbolik, manipulasi informasi, stigma sosial, dan bahasa yang dinormalisasi dalam relasi keluarga dan institusi sosial. Temuan penelitian ini memiliki relevansi pedagogis karena film Air Mata di Ujung Sajadah sejalan dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase E (kelas X SMA) dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada elemen menyimak dan memirsa serta membaca dan memirsa, yaitu kemampuan peserta didik untuk menganalisis makna, nilai, pesan, dan isu sosial dalam teks sastra maupun teks multimodal secara kritis serta merefleksikannya dalam konteks kehidupan sosial dan budaya. Dengan demikian, film ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra yang kontekstual dan reflektif di SMA untuk mengembangkan kemampuan analisis kritis serta kepekaan sosial peserta didik.