Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Twin Barge-Spar Hydrodynamic Interaction on Floatover Deck Installation Ardhiansyah, Fahmy
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.362 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v10i2.2642

Abstract

Jurnal ini berisi tentang instalasi floatover sebuah heavy weight topside deck pada fasilitas terapung minyak dan gas. Dalam penelitian ini bangunan apung yang ditinjau adalah SPAR dengan diameter 25m x tinggi 100 m dan 5m sarat air yang akan ditempatkan pada lokasi tertentu dengan tinggi gelombang signifikan (Hs) mencapai 3 meter, periode gelombang (Tp) bervariasi antara 6s sampai 10s, kecepatan arus 0.4 m/s, dan kecepatan angin 26 knots. Dengan pendekatan teknis secara benar maka konsep instalasi floatover dapat dilakukan daripada menggunakan metode instalasi heavy lift. Analisa floatover telah dilakukan menggunakan perangkat lunak MOSES dan hasilnya menunjukkan jenis instalasi ini dapat dikerjakan sebagai alternatif yang bagus untuk instalasi topside pada fasilitas terapung lepas pantai. Hasil untuk kondisi ekstrem saat instalasi menunjukkan nilai maksimum RMS roll, pitch, dan heave adalah 1.11 degree, 1.13 degree, dan 0.057g secara berurutan. Nilai maksimum tersubut terjadi saat tahap instalasi docking stage.
TWIN BARGE-SPAR HYDRODYNAMIC INTERACTION ON FLOATOVER DECK INSTALLATION Ardhiansyah, Fahmy
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.362 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v10i2.2642

Abstract

Jurnal ini berisi tentang instalasi floatover sebuah heavy weight topside deck pada fasilitas terapung minyak dan gas. Dalam penelitian ini bangunan apung yang ditinjau adalah SPAR dengan diameter 25m x tinggi 100 m dan 5m sarat air yang akan ditempatkan pada lokasi tertentu dengan tinggi gelombang signifikan (Hs) mencapai 3 meter, periode gelombang (Tp) bervariasi antara 6s sampai 10s, kecepatan arus 0.4 m/s, dan kecepatan angin 26 knots. Dengan pendekatan teknis secara benar maka konsep instalasi floatover dapat dilakukan daripada menggunakan metode instalasi heavy lift. Analisa floatover telah dilakukan menggunakan perangkat lunak MOSES dan hasilnya menunjukkan jenis instalasi ini dapat dikerjakan sebagai alternatif yang bagus untuk instalasi topside pada fasilitas terapung lepas pantai. Hasil untuk kondisi ekstrem saat instalasi menunjukkan nilai maksimum RMS roll, pitch, dan heave adalah 1.11 degree, 1.13 degree, dan 0.057g secara berurutan. Nilai maksimum tersubut terjadi saat tahap instalasi docking stage.
ANALISIS KEBUTUHAN MATERIAL BLASTING DAN PAINTING PADA REPARASI PENGECATAN LAMBUNG KAPAL TONGKANG PSB 3005 ( IRFAN FAUZI) Fauzi, Irfan; Ardhiansyah, Fahmy
Techno Bahari Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v11i1.205

Abstract

Pengecatan merupakan perlindungan terhadap korosi pada lambung kapal baja. Untuk menghilangkan fouling dan korosi pada lambung kapal, diperlukan proses blasting dan painting pada saat kapal reparasi di dok kapal. Lambung kapal secara umum yang diperlukan reparasi yaitu pada bagian bawah garis air (BGA) atau underwater yang berada di bawah garis DWL, serta pada bagian atas air (AGA) atau topside yang berada di atas garis DWL. Perhitungan dan perbandingan antar kebutuhan material pada proses blasting dan painting diperlukan untuk mengetahui kebutuhan yang lebih efisien. Dilakukan melakukan estimasi kebutuhan material untuk proses blasting dan painting pada keseluruhan area lambung kapal tongkang PSB 3005. Untuk mengetahui kebutuhan material blasting, dibandingkan antara pengujian blasting dengan tekanan kompresor yang berbeda, yaitu 7 bar dan 7,5 bar menggunakan material abrasive pasir silika yang umum digunakan pada perusahaan dok kapal. Pengujian blasting tersebut dilakukan pada pelat baja dengan ukuran (300 x 300 x 10) mm, sebanyak 2 pelat. Sedangkan untuk mencari kebutuhan cat yaitu dengan membandingkan penggunaan antara 2 merek yang berbeda, yaitu Jotun dan PPG. Kebutuhan cat dibandingkan dengan perbedaan volume solid namun dengan ketebalan yang sama antara 2 merek berbeda tersebut. Ketebalan cat yang diinginkan yaitu 350 mikron untuk bagian bawah air terdiri dari 150 mikron cat primer; 75 mikron cat sealer; dan 125 mikron cat antifouling. Sedangkan untuk bagian atas air ketebalan cat 250 mikron terdiri dari 125 mikron cat primer dan 125 mikron cat akhir. Dari pembahasan ini didapatkan kebutuhan material blasting dengan material abrasive silika ysng paling efisien yaitu sebesar 92.690 kg. Sedangkan kebutuhan total cat paling efisien adalah sebesar 1999,38 liter.