Winda FS Pasaribu
Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STUKTUR NARATIF A.J GREIMAS PADA DONGENG “KANCIL DAN BERUANG” Bunga Inda Junita Sianturi; Vina Merina Br. Sianipar; Renandha Enjelika Siburian; Enjeli Fitriani Hutafea; Sasta Revalina Simamora; Winda FS Pasaribu
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk  menginvestigasi struktur cerita yang diterapkan oleh A.J Greimas pada dongeng “Kancil dan Beruang”,yang diambil dari kumpulan fabel Nusantara yang berjudul Kisah Petualangan Seru Kancil dan Teman-temannya,sebuah fabel yang berasal Aceh.Teori yang diusung oleh Greimas dipakai sebagai alat untuk menganalisis skema aktan dan struktur fungsional yang membentuk jalannya cerita.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada narasi struktural.Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa cerita tersebut terdiri dari enam aktan yang jelas: (1) Subjek: Kancil.(2) Objek: Keselamatan para penghuni hutan.(3)Pengirim:Keadaan berbahaya yang ditimbulkan oleh Beruang.(4)Penerima:Hewan-hewan yang tinggal di hutan.(5) Penolong:Kepintaran Kancil dan Buaya.(6)Penentang:Beruang.Sementara itu,mekanisme fungsional dibagi terbagi menjadi tiga fase,yaitu kondisi awal,perubahan,dan kondisi akhir.Penelitian ini membuktikan bahwa teori naratif yang diajukan oleh Greimas sangat sesuai untuk diterapkan pada sastra lisan dalam bentuk dongeng dan fabel Nusantara.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK BILINGUAL: STUDI KASUS ANAK USIA 10 TAHUN DENGAN LATAR BELAKANG AYAH SUKU NIAS DAN IBU SUKU BATAK TOBA Hagai Panjaitan; Reinelda E Hutapea; Herti paulina Tambunan; Vania Gloria Purba; Winda FS Pasaribu
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 3 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXII BULAN SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss3.564

Abstract

This study aims to describe the language learning process of a 10-year-old bilingual child from a family in which the father is of Nias ethnicity and the mother is of Batak Toba ethnicity. A case study approach was used. Data were collected through interviews with the subject as the primary source of information, as well as observations of the child’s language use in daily life. The findings indicate that the Nias language was the child’s first language due to its predominant use within the family environment, while Indonesian was acquired as a second language through social interaction and formal education. This language development aligns with the stages of language acquisition: the first, second, and third phases. In everyday communication, the child frequently engages in code-mixing, a common phenomenon among bilingual children. Based on the analysis, children’s language abilities are influenced by the level of language use within the family, social context, and education. Learning strategies include imitation, social interaction, speculative language use, and formal education. The study shows that the family and school environments are crucial for developing children’s multilingual abilities, with Nias as the dominant language and Indonesian as the second language developed through formal education.