Putri Zahrotul Faidah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kelompok Sadar Wisata Amerta Lokantara dalam Pengembangan Potensi Wisata Sumber Duren di Desa Senggreng Setyawan, Alfan; Agustin Vitasona; Amanda Fidia Wati; Aprilia Dwi Wahyuni; Putri Zahrotul Faidah; Naelli Rodianah Qolbiy; Muhammad Alan Far'oid Jiddan; Erna Resmiatini
Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpp-widyakarya.v4i3.6685

Abstract

Pengembangan wisata berbasis masyarakat memerlukan kelembagaan lokal yang mampu menghubungkan partisipasi masyarakat, potensi wisata, dan pengelolaan destinasi. Di Sumber Duren, pola kelembagaan ini khas karena pengembangan wisata tingkat desa melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Amerta Lokantara, sedangkan operasional harian dijalankan oleh kelompok pengelola lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pokdarwis, membedakan fungsinya dari pengelola lokal, memetakan kesiapan kegiatan wisata, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pada aspek koordinasi, promosi, administrasi, pendanaan, dan pemanfaatan lahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui delapan sesi wawancara semi-terstruktur dengan empat informan, observasi lapangan, catatan penelitian, dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan bahwa Pokdarwis terutama menjalankan identifikasi potensi, pengarahan pengembangan, koordinasi dan jejaring, dukungan promosi, serta pengemasan awal kegiatan, sedangkan kelompok lokal menangani operasional harian. Pemancingan, wisata perahu, warung, gazebo, dan kunjungan kelompok telah berjalan, sementara edukasi bioflok dan paket menginap belum menjadi produk baku. Pengembangan didukung struktur formal, swadaya, kegiatan yang telah berjalan, dan jejaring eksternal, tetapi terhambat keterbatasan pendanaan, partisipasi yang belum merata, lemahnya pencatatan pengunjung dan keuangan, promosi yang belum konsisten, serta pemanfaatan lahan yang belum final. Oleh karena itu, penguatan layanan yang telah berjalan, administrasi, dan koordinasi kelembagaan perlu diprioritaskan sebelum penambahan atraksi baru. Kata kunci: Kelompok Sadar Wisata; kesiapan kegiatan wisata; koordinasi kelembagaan; pengembangan wisata; Sumber Duren