Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pembiayaan Murabahah dan Musyarakah dalam Mendukung Pengembangan Sektor Bisnis: Sebuah Kajian Konseptual untuk UMKM di Indonesia Susi Marni; Tirton Nefianto; Danny Kunto Wibisono; Nani Cahyani; Andre Suryaningprang
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6371

Abstract

Artikel ini mengkaji sejauh mana pembiayaan murabahah dan musyarakah mampu mendukung pengembangan sektor bisnis, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kajian literatur terhadap sejumlah penelitian terdahulu, artikel ini membandingkan karakter akad, tingkat risiko, dan dampaknya terhadap kinerja usaha, lalu menyusun sebuah kerangka konseptual pemilihan akad. Berbeda dari anggapan umum bahwa murabahah selalu mendominasi, data Statistik Perbankan Syariah OJK menunjukkan porsi musyarakah pada perbankan syariah nasional kini setara bahkan melampaui murabahah di tingkat agregat, sementara dominasi murabahah lebih terlihat pada segmen konsumtif dan mikro. Pola yang muncul cukup konsisten: murabahah unggul dari sisi kepastian angsuran, kesederhanaan implementasi, dan risiko yang terukur, sehingga sesuai untuk kebutuhan modal kerja rutin; musyarakah lebih menonjol dalam mendorong pertumbuhan usaha karena mengandalkan kemitraan dan pembagian risiko, meskipun menuntut pendampingan dan tata kelola yang lebih matang. Beberapa studi yang dirujuk, termasuk kajian pada Bank Syariah Indonesia di Metro dan Bandar Lampung, memperlihatkan kenaikan pendapatan dan kapasitas produksi UMKM setelah pembiayaan musyarakah disalurkan, terutama pada konteks pemulihan ekonomi pascapandemi. Namun sejumlah kajian juga mencatat bahwa skema bagi hasil belum diterapkan luas karena kompleksitas pengawasan dan risiko asimetri informasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa kedua akad sebaiknya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi sesuai karakter usaha dan tahap pertumbuhannya, serta mengusulkan kerangka dan proposisi yang dapat diuji secara empiris pada penelitian lanjutan.
Representation of Balinese Traditional Culture in the Film A Perfect Fit (Semiotics of Roland Barthes) Kadek Syara Marshanda; Ayu Larasati; Danny Kunto Wibisono
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.2066

Abstract

This research aims to identify, describe, and understand the representation of Balinese culture and customs in the film A Perfect Fit (2021), directed by Hadrah Daeng Ratu, through Roland Barthes' semiotic approach. This descriptive-analytical qualitative study examines audio-visual signs at the levels of denotation, connotation, and myth to reveal implicit meanings and ideologies represented by the characters in negotiating tradition and modernity. Primary data were obtained from observations of Balinese cultural scene patterns, while secondary data came from relevant academic literature. The results show that at the denotative level, Balinese culture is presented through visual symbols such as gebogan, lontar paweton, Payas Agung attire, the Mebuug-buugan tradition, and gamelan music. At the connotative level, these elements mark values of sacredness, harmony, self-purification, and cultural identity. At the myth level, the film reproduces the idea that Balinese culture and spirituality are adaptive, harmonious, and remain prioritized amid modern urban living. The study concludes that transnational film media functions as a space for meaning construction that affirms the sustainability of Balinese tradition in the global digital era.